Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Patok rel yang terpasang di tengah JPL 243 masuk Desa Plosokandang Kecamatan Kedungwaru Tulungagung akhirnya dilepas oleh PT. KaI Daop 7 Madiun, Rabu (16/10/2024).
Baca Juga :Tiga Menteri Bajkal Hadir di Peresmian Bandara Dhoho Kediri, Sekaligus Groundbreaking Jalan Tol
Pelepasan patok rel tersebut menandakan jika JPL 243 sudah boleh dilalui kendaraan roda empat.
Kabid Lalu Lintas (Lalin), Dinas Perhubungan (Dishub) Tulungagung, Panji Putranto mengatakan, sudah bersurat ke PT. KAI Daop 7 Madiun untuk melepas patok rel di JPL 243 yang dipasang dua bulan lalu.
Pemasangan patok rel di tengah JPL 243 itu dilakukan pasca kecelakaan yang melibatkan KA Parcel PLB 282a dengan mobil Toyota Avanza nopol AG 1711 TH di JPL 243.
Baca Juga :FKUB Kota Kediri Gelar Seminar Nasional untuk Mewujudkan Pilkada Damai dan Harmonis
Akibat kejadian itu, pengemudi mobil Toyota Avanza meninggal dunia di TKP dengan kondisi mobil yang ringsek.
Selain karena kecelakaan itu, patok rel dipasang lantaran JPL 243 masih belum dijaga oleh petugas jaga dari Dishub Tulungagung karena masih proses diklat petugas jaga untuk operasional palang pintu.
Setelah ada petugas jaga pada JPL 243 selama 24 jam maka pihaknya meminta agar patok rel itu dilepas. PT. KAI Daop 7 Madiun pun sudah menyetujui pelepasan itu, sehingga hari ini patok tersebut mulai dilepas.
Baca Juga :Dedengkot Salam Lima Jari Dipolisikan Atas Kasus Dugaan Penipuan dan Penggelapan, Begini Ceritanya
“Hari ini sudah dilepas, sehingga JPL 243 yang sebelumnya tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, sekarang sudah bisa,” ungkapnya, Rabu (16/10/2024).
Adapun JPL 243 mulai dijaga oleh petugas dari Dishub Tulungagung sejak September 2024 kemarin. Mereka juga sudah mengantongi sertifikat untuk operasional palang pintu perlintasan.
Menurut Panji, pada JPL 243 saat ini terdapat sebanyak empat petugas jaga yang akan bekerja selama tiga kali shif dimana masing-masing shif kurang lebih selama delapan jam.
Baca Juga :Bangun Pedestrian, Dinas PUPR Kota Blitar Gelontorkan Rp 1,3 Miliar
Selain JPL 243, pihaknya juga mengusulkan pelepasan patok rel di JPL 244 yang mana patok tersebut terlalu menjorok ke tengah.
“Untuk JPL 244, sebenarnya patok relnya itu ada di tepi tetapi terlalu menjorok ke tengah, sehingga mengganggu manuver kendaraan roda 4 yang mau melintasi JPL 244, sehingga kami usulkan untuk pelepasan,” pungkasnya.



















