Jombang, SEJAHTERA.CO – Cacing tanah bagi sebagian orang mungkin terlihat menjijikkan namun tidak bagi Karnoto (34). Di mata warga Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno ini, cacing merupakan sumber menghasilkan atau mendatangkan cuan yang menggiurkan.
Melihat potensi budidaya cacing afrika menggiurkan ini, Karnoto dengan memanfaatkan halaman rumah, menyiapkan sejumlah wadah berupa kotak berukuran 2 meter x 1 meter lalu digunakan untuk budidaya cacing jenis ANC.
Cacing ANC dari afrika ini memiliki ukuran dua kali lebih besar dari cacing tanah biasanya.
“Saya mulai budidaya cacing ANC ini sejak 2017. Dari awalnya lima box, kini menjadi puluhan box,” katanya, Minggu (8/10/2023).
Hingga saat ini Karnoto terus melakukan budidaya cacing afrika karena tidak membutuhkan perawatan yang ribet. Selain itu harga jual hewan cacing ini cukup menjanjikan.
“Cuma diberi makan setiap pagi dan sore saja. Tempatnya juga tidak membutuhkan lahan yang luas,” bebernya.
Untuk mendapatkan pakanya juga cukup mudah. Karena cacing ANC hanya memakan kotoran sapi yang diperoleh dari peternak yang berada di sekitar rumahnya.
“Kalau ampas tebunya saya beli dari daerah Gedek Mojokerto,” paparnya.
Selain itu, lanjutnya, ada juga makanan tambahan berupa sayur dan buah busuk. “Ini juga kesukaan cacing,” tuturnya.
Menurut dia, salah satu hal yang harus diperhatikan dalam budidaya cacing ANC adalah tempatnya yang teduh.
Biasanya, Karnoto sebulan sekali melakukan panen. Dalam satu kotak bisa menghasilkan paling sedikit empat kilogram cacing. “Saya ada beberapa kotak, jadi sekali panen bisa satu kuintal,” jelas dia.
Untuk pemasaran, Karnoto mengaku sudah bekerjasama dengan beberapa orang yang menjual cacing. Perkilonya, ia jual Rp 50 ribu. “Rata-rata lokalan, mulai Jombang dan Lamongan. Ada juga dari Malang dan Surabaya,” tandasnya.
Masih di tempat yang sama, Hasanuddin (37), salah satu pelanggan Karnoto, terlihat sedang membeli cacing dan kotoran cacing nya.
“Sudah langganan di sini. Kalau cacing nya saya buat biasanya pas mau mancing ikan. Kalau kotoran cacingnya buat pupuk tanaman di rumah, setiap dua minggu sekali ambil satu kilo di sini,” pungkasnya.
Reporter : Taufiqur Rachman / Agung Pamungkas



















