Tandai Cat Putih, Hati-hati Jalan Berlubang di Jalur Trenggalek – Bendungan

Tandai Cat Putih, Hati-hati Jalan Berlubang di Jalur Trenggalek - Bendungan
Petugas saat menandai jalan berlubang menggunakan cat putih di jalur Trenggalek - Bendungan. (angga/sejahtera.co)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Pengguna jalan yang melintas di jalur utama penghubung Kecamatan Trenggalek dengan Kecamatan Bendungan wilayah Kabupaten Trenggalek diimbau untuk hati-hati.

Baca Juga :Kabar Gembira, Umroh dari Bandara Internasional Dhoho Kediri Dipastikan setelah Pilkada

Peningkatan kewaspadaan itu seiring temuan adanya belasan jalan berlubang yang dinilai membahayakan pengguna jalan di jalur utama penghubung Kecamatan Trenggalek dengan Kecamatan Bendungan.

Read More

Belasan jalan berlubang di jalur utama penghubung Kecamatan Trenggalek dengan Kecamatan Bendungan itu ditemukan saat petugas dari Satlantas Polres Trenggalek menggelar pemetaan kerusakan jalan.

Dalam kegiatan survei dan pengecekan jalan itu, petugas dari Satlantas Polres Trenggalek menemukan sebanyak 15 lubang di sepanjang jalan penghubung antarkecamatan, yakni Kecamatan Trenggalek dengan Kecamatan Bendungan tersebut.

Baca Juga :Pjs Bupati Kediri Serahkan 822 Sertipikat Program PTSL di Pare

Lubang itu bervariasi, mulai dari diameter paling kecil 0,5 meter sampai 1,5 meter dengan kondisi diperparah dengan cerukan yang cukup dalam. Selain belasan titik jalan berlubang, bahu jalan di sejumlah ruas juga mengalami kerusakan.

Hal itu dipengaruhi salah satunya karena lebar jalan yang tidak terlalu lebar sehingga saat ada kendaraan berat melintas harus mencari posisi yang berbeda.

Baca Juga :Sebanyak 30.000 Jamaah Umroh Bisa Berangkat dari Bandara Internasional Dhoho Kediri

“Ini tentunya cukup membahayakan bagi pengguna jalan, kalau musim hujan tentu menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan,” kata Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Agus Prayitno, Kamis (10/10/2024).

Meskipun tidak terlalu padat, namun akses itu merupakan jalur utama penghubung Kecamatan Trenggalek dengan Kecamatan Bendungan. Selain itu, jalan itu juga sebagai jalur alternatif penghubung dari Kecamatan Trenggalek ke Kabupaten Tulungagung maupun Ponorogo via Bendungan.

Di sisi lain, lanjut Agus, banyak kendaraan hilir mudik pengangkut material dari aktivitas pembangunan proyek strategis nasional Bendungan Bagong.

Baca Juga :Pekerja Informal Belum Ter-cover BPJS, ini Upaya Nurochman -Heli Jika Terpilih dalam Pilwali 2024

“Nanti akan kita kaji dan evaluasi bersama stakeholder terkait untuk tindaklanjutnya,” imbuhnya.

Sebagai langkah awal, dia menyebut telah memasang rambu peringatan serta memberikan tanda berupa cat putih pada bagian titik kerusakan.

Masyarakat diimbau untuk waspada saat melintas jalan itu, utamanya saat terjadi hujan karena jalan berlubang itu berpotensi tertutup air yang dapat memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga :Langgar Izin Tinggal, WNA Belanda dan Filipina Diamankan Imigrasi Kelas II Non TPI Kediri

Agus menyebut, selain di penghubung jalur utama Trenggalek – Bendungan, pemetaan jalan dilakukan secara periodik. Pengecekan jalur itu merupakan rangkaian dari pemetaan kerawanan dibidang lalu lintas, meliputi kondisi jalan, sarana dan prasarana penunjang serta perilaku pengguna jalan.

“Jadi kegiatan ini sifatnya preemtif dan preventif. Kita petakan terlebih dahulu, kemudian kita kaji dan kita rumuskan solusinya,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *