Telur Asin Produksi Jombang, Diyakini Enak dan Masir

Telur Asin Produksi Jombang, Diyakini Enak dan Masir

Jombang, SEJAHTERA.CO – Bebek atau itik selain disukai dagingnya, juga banyak diminati telurnya. Selain dijual mentahan, juga banyak yang mengolahnya menjadi telur asin. Di Kabupaten Jombang ada salah satu warga yang memproduksi telur asin sejak puluhan tahun lalu.

Dia adalah Indi Wahyuni (41), salah satu warga Desa Rejosopinggir, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. “Saya sudah 31 tahun membuat telur asin,” katanya saat ditemui di rumahnya, Minggu (15/10/2023).

Untuk menjaga kualitas rasa telur asin, dari dulu cara pembuatannya tidak berubah. Dengan menggunakan batu bata yang dihaluskan dan garam kasar atau yang sering disebut garam gerosok.

Read More

“Pembuatan teluar asin dari dulu ya tetap seperti ini tidak berubah atau mencari alternatif lain. Karena ingin menjaga kualitas,” bebernya.

Proses pembuatan telur asin ini membutuhkan waktu yang cukup lama, pertama telur bebek dibersihkan terlebih dahulu. Kemudian dimasukan ke dalam bubuk batu bata lalu dicampur air.

”Adonan bubuk batu bata itu juga diberi garam agar asinnya bisa meresap,” katanya .

Tidak berhenti disitu, telur didiamkan selama satu minggu. Setelah satu minggu, telur dibersihkan dari sisa bata yang menempel di cangkang.

“Kemudian baru direbus selama satu jam,” jelasnya.

Memproduksi telur asin dengan menggunakan bubuk batu bata yang dicampur air garam, diyakini membuat telur asin menjadi lebih masir dibandingkan hanya direbus biasa.

”Ada itu yang hanya direndam dengan air garam. Prosesnya memang cepat tapi rasanya berbeda,” paparnya.

Dia menjelaskan bahwa setiap kali produksi bisa mencapai 200 butir. Meski dikerjakan sendiri, proses pengolahan telur bebek sangat cepat dan tidak nampak kesulitan.

”Ya karena sudah puluhan tahun jadi sudah terbiasa dan bisa cepat. Yang lama kan menunggu meresapnya itu sampai tujuh hari,” katanya.

Telur bebek ia dapat dari tetangga yang beternak. ”Biasanya telur yang tidak bisa menetas dijual ke pembuat telur asin. Kalau telur yang bisa menetas ditetaskan sendiri sama peternak,” lanjutnya.

Karena cukup lama, telur asin miliknya cukup dikenal. Bahkan, penjualan tidak hanya di luar Jombang saja akan tetapi melainkan dari kota dan kabupaten tetangga.

”Paling banyak ya Jombang sendiri sebagian dari Mojokerto, Kediri dan Nganjuk,” katanya.

Untuk saat ini, dirinya tidak mengirimkan telurnya ke luar jawa. Karena khawatir pengirimannya lama, sehingga telurnya busuk di jalan.

”Ya takutnya nanti busuk kasihan pembeli. Soalnya kalau tidak dimasukan kulkas hanya bertahan 1 minggu,” bebernya

Untuk harga jualnya sendiri, tergantung ukuran besar kecilnya. “Tergantung ukurannya mulai dari Rp 2.500 hingga Rp 3 ribu per butirnya,” pungkasnya.

Reporter : Taufiqur Rachman / Agung Pamungkas

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *