Temuan Kasus TBC Capai 1.427 Pasien, Tertinggi 3 Tahun Terakhir, Ini Kata Kabid P2P Dinkes Tulungagung

Temuan Kasus TBC Capai 1.427 Pasien, Tertinggi 3 Tahun Terakhir, Ini Kata Kabid P2P Dinkes Tulungagung

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sepanjang tahun 2023, Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung menemukan ribuan kasus Tubercolusis (TBC). Jumlah tersebut mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir usai pandemi Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani mengatakan, peningkatan temuan kasus ini sebenarnya memiliki dua makna positif dan negatif.

Adapun dari sisi negatif menandakan jika kasus TBC meningkat. Sementara sisi positif hal ini menandakan jika penjaringan kasus TBC tergolong bagus, sehingga pasien bisa segera ditangani.

Read More

“Pada tahun 2020 sampai 2021 temuannya minim, karena kami berfokus pada penanganan kasus Covid-19 yang saat itu menjadi skala prioritas. Tetapi di tahun 2022 sampai 2023 temuannya meningkat setelah Covid-19 sudah dinyatakan aman,” kata Desi Lusiana Wardhani, Kamis (14/12/2023).

Berdasarkan data Dinkes, pada 2020 hanya ada 827 orang positif TBC dari total suspek yang berhasil terjaring yakni sebanyak 2.392 orang. Sedangkan pada tahun 2021, angkanya semakin menurun yakni 713 orang positif TBC dengan total suspek yang dijaring sebanyak 2.391 orang.

Kemudian pada tahun 2022, temuan kasus TBC di Tulungagung kembali meningkat yakni sebanyak 1.398 orang dinyatakan positif TBC dengan total suspek sebanyak 2.720 orang. Sedangkan di tahun 2023, ada sebanyak 1.427 orang dinyatakan positif TBC dari total suspek 1.870 orang.

“Dengan meningkatnya temuan kasus TBC ini, kami tentu berupaya agar penderita TBC secara cepat terjaring dan diberi pengobatan, agar penyakit tersebut tidak terlalu lama hingga menyebabkan kefatalan (Kasus Meninggal Dunia),” jelasnya.

Desi mengungkapkan, jika tingkat kesembuhannya tergolong bagus, karena penderita TBC mampu terjaring secara cepat. Diketahui, pada tahun 2023 dari total 1.399 pasien TBC yang diobati, ada sebanyak 1.231 pasien dinyatakan sembuh total.

Hal itu berarti, tingkat kesembuhan penanganan kasus TBC di Tulungagung pada tahun 2023 mampu mencapai 87,99 persen. Meski demikian, pihaknya masih mendapati kendala yakni adanya pasien TBC yang putus berobat sebanyak 77 orang, sehingga pihaknya tidak bisa memberikan penanganan.

“Kesulitan kami karena masih ada pasien yang memilih putus berobat yang bahkan kami tidak tahu keberadaan mereka. Makanya kami berupaya agar tidak ada lagi pasien TBC yang putus berobat,” pungkasnya.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *