Temuan TBC Capai 238 Kasus, ini Kata Kabid P2P Dinkes Kabupaten Tulungagung

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Kasus penularan Tuberkolusis (TBC) di Kabupaten Tulungagung rupanya juga menyasar anak-anak. Bahkan pada 2023 ini, total kasus TBC pada anak yang ditemukan Dinas Kesehatan (Dinkes) mencapai ratusan kasus.

 

Kepala Bidang Penanganan dan Pengendalian Penyakit ( (Kabid P2P) Dinkes Tulungagung, Desi Lusiana Wardhani mengatakan pada 2023, masih menemukan kasus TBC pada anak. Kasus TBC pada anak sendiri sering kali terjadi akibat penularan dari orang tua maupun orang sekitar.

Read More

Berdasarkan data, kasus TBC pada anak mencapai sebanyak 238 anak yang ditemukan. Secara umum, angka disebut meningkat jika dibandingkan dengan temuan kasus TBC anak pada tahun sebelumnya.

 

“Untuk jumlah pastinya kami kurang hafal, yang jelas secara umum terjadi peningkatan, karena tahun ini ada temuan 238 kasus TBC anak,” kata Desi Lusiana Wardhani, Rabu (20/12/2023).

Adanya temuan ini, ungkap Desi, menjadi perhatian khusus bagi Dinkes Tulungagung untuk melakukan penanganan dengan segera agar kasus TBC anak tidak berakhir fatal. Kemudian, pihaknya juga akan melakukan deteksi dini sebagai salah satu upaya untuk pencegahan penularan TBC di Tulungagung.

 

Mengingat temuan kasus TBC secara global di Tulungagung pada tahun 2023 ini mencapai 1.427 kasus positif TBC dari total suspek 1.870 orang. Sedangkan pada tahun 2022 kemarin, Dinkes Tulungagung menemukan sebanyak 1.398 orang dinyatakan positif TBC dengan total suspek sebanyak 2.720 orang.

“Intinya pada kasus TBC ini adalah deteksi sedini mungkin sehingga dapat mengurangi penularan. Begitupun untuk pencegahan penularan TBC pada anak,” ungkapnya.

 

Desi menjelaskan, bakteri pada TBC ini dapat menyebar melalui cipratan liur (droplet) yang keluar saat pasien TBC batuk atau bersin tanpa menutup mulut dan hidung. Kemudian, tetesan air liur juga bisa menyebar ketika pasien TBC membuang dahak (Meludah) secara sembarangan.

Hal itu membuat droplet beterbangan di udara, sehingga siapapun yang melewati area tersebut dapat menghirupnya dan terjadilah penularan TBC. Berdasarkan usia, anak dengan usia dibawah 5 tahun paling rentan tertular TBC utamanya dari orang dewasa yang lebih dulu menderita TBC.

 

“Asalkan kasus TBC pada orang dewasa bisa segera terdeteksi dan segera diobati, kasus penularan TBC pada anak pasti akan semakin menurun,” pungkasnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri

Editor :

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *