Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Salah satu sekolah di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol ditinjau oleh Pemkab Tulungagung yang rencananya akan dijadikan sekolah transit.
Diketahui, sekolah transit tersebut akan menjadi tempat belajar sementara sembari menunggu Sekolah Rakyat selesai dibangun.
Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo mengatakan, sudah meninjau lokasi salah satu sekolah yang akan diusulkan untuk menjadi sekolah transit. Yakni SDN 1 Sumberdadi di Desa Sumberdadi Kecamatan Sumbergempol Kabupaten Tulungagung.
Peninjauan tersebut dilakukan bersama sejumlah kepala dinas seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Dinas Sosial (Dinsos).
Baca Juga :Kasus Kredit Fiktif BRI, Kejari Ponorogo Panggil 15 Orang Saksi
Hal ini dilakukan untuk memastikan jika lokasi sekolah tersebut memang sudah siap jika hendak diusulkan menjadi sekolah transit.
“Ini merupakan salah satu upaya kami agar program Sekolah Rakyat di Tulungagung bisa berjalan sesuai rencananya, sehingga kami lebih dahulu menyiapkan sekolah transit untuk mendukung Sekolah Rakyat,” kata Gatut Sunu Wibowo, Senin (2/6/2025).
Pada peninjauan itu, bangunan SDN 1 Sumberdadi memiliki setidaknya enam ruang kelas, satu ruang kantor, gudang, dan kamar mandi yang cukup memadai.
Namun, SDN 1 Sumberdadi diketahui sudah tidak digunakan untuk kegiatan belajar mengajar sejak tiga tahun yang lalu.
Tidak adanya kegiatan belajar mengajar pada SDN 1 Sumberdadi itu dikarenakan sekolah tersebut mengalami kekurangan siswa atau sepi peminat.
Meski sesuai hasil peninjauan sekolah tersebut dinyatakan cukup layak, tapi tetap akan ada sejumlah perbaikan pada sekolah itu.
“Kalau kita lihat secara bangunannya memang cukup layak, tapi tetap perlu ada kajian teknis dan perbaikan pada sejumlah titik. Kami perintahkan Dinas PUPR untuk menangani kendala itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, untuk lokasi Sekolah Rakyat permanen masih tetap diusulkan berada pada Kelurahan Kedungsoko Kecamatan/Kabupaten Tulungagung.
Hanya saja, tanah pada lokasi Sekolah Rakyat tersebut masih harus diuruk sedalam kurang lebih 1-2 meter agar nantinya sejajar dengan jalan raya.
Menurut Gatut, hal ini bukanlah kendala yang berarti mengingat pihaknya juga sudah menyiapkan anggaran untuk pembangunan Sekolah Rakyat tersebut.
Selain itu, percepatan pembangunan Sekolah Rakyat juga harus dilakukan agar tidak ketinggalan dengan kabupaten/kota lain yang sudah menjalankan program ini.
“Untuk angka pastinya berapa anggaran yang disiapkan, masih kami hitung secara teknis, namun pada intinya kami sudah siap. Nantinya, Sekolah Rakyat ini akan menampung siswa setingkat SMP dan SMA di tahun pertamanya,” pungkasnya.



















