Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kabupaten Tulungagung memilih untuk menunda keberangkatan ke tanah suci pada musim haji tahun 2025 ini.
Pasalnya, ratusan CJH tersebut ingin berangkat ke tanah suci secara bersama-sama dengan kerabat atau anggota keluarganya yang lain.
Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU), Kementerian Agama (Kemenag) Tulungagung, Suryani mengatakan, total CJH asal Tulungagung yang diprediksi akan berangkat haji tahun ini ada sebanyak 1.024 orang jamaah.
Hanya saja, sebanyak 874 jamaah dipastikan berangkat dan 140 jamaah lainnya masuk cadangan.
Baca Juga :Siswi SMP Dibully Teman Sebaya Tengah Hutan Jati Blitar, Pekan Depan Polisi Mulai Pemeriksaan
Meski diprediksi akan ada ribuan jamaah asal Tulungagung yang berangkat ke tanah suci, tapi pihaknya mencatat terdapat ratusan CJH yang justru memilih untuk membatalkan keberangkatannya.
Sesuai data miliknya, terdapat 350 CJH Tulungagung yang dipastikan memilih untuk membatalkan keberangkatan.
“Sampai saat ini sudah ada 350 CJH yang konfirmasi ke kami untuk menunda keberangkatan haji mereka pada musim haji tahun ini. Artinya, mereka sebenarnya berangkat tahun ini, tetapi memilih untuk menunda sampai tahun depan,” kata Suryani, Jumat (25/4/2025).
Suryani menyebut, ratusan CJH itu memilih untuk menunda keberangkatan haji pada tahun ini disebabkan berbagai macam alasan, salah satunya ingin berangkat haji bersama keluarga yang lain pada musim haji tahun depan. Selain itu, ada juga yang menunda karena masih di luar negeri, hamil, faktor ekonomi dan lain-lain.
Namun Suryani mencatat, faktor yang paling dominan yang membuat mereka memutuskan untuk menunda keberangkatannya tahun ini karena ingin berangkat bersama anggota keluarganya yang lain. Proses pengajuan penundaan keberangkatan itu diketahui juga sudah disetujui oleh Kemenag Tulungagung.
Baca Juga :Bulog Ponorogo Genjot Target Serapan Beras dan Gabah, Akhir April Klaim Terlampaui
“Sudah disetujui, jadi mereka dipastikan berangkat ke tanah suci pada musim haji tahun 2026 mendatang sesuai permintaan calon jamaah,” ungkapnya.
Atas penundaan itu, 350 CJH diganti jemaah lain sesuai urutan nomor antrean porsi di Jawa Timur. Dengan begitu, cadangan haji asal Tulungagung juga akan diperlakukan hal yang sama.
Kemenag Tungagung juga mencatat adanya tiga CJH yang masih dinyatakan belum istithaah atau belum layak untuk menunaikan ibadah haji. Ketiganya masih berusaha melengkapi berkas tes kesehatan terbaru agar dinyatakan istithaah dan bisa berangkat tahun ini.
“Saat ini berkasnya sudah diserahkan ke pusat kesehatan haji Kemenag untuk proses persetujuannya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah disetujui karena pada 30 April 2025 nanti, semua CJH akan diberangkatkan,” pungkasnya.



















