Blitar, SEJAHTERA.CO – Kasus bullying atau perundungan teman sesama sekolah di Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar mulai ditindaklanjuti polisi. Korps Bhayangkara sebutan polisi bakal meminta keterangan dari para terduga perundung atau pelaku bullying.
Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Humas Polres Blitar Kota Iptu Samsul Anwar. Dia mengakui, pasca-menerima laporan pihaknya langsung bergerak. Karena berkaitan dengan anak-anak, kasus ditangani langsung oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar Kota.
“Korban bullying atau perundungan didampingi orang tua sudah mendatangi polisi. Nantinya akan kami tindaklanjuti lagi dengan pemeriksaan lanjutan. Bukan hanya korban tetapi terduga bullying,” katanya, Selasa (11/3/2025).
Baca Juga :Dinsos Ponorogo Kembali Jaring Pengemis, Ada yang Sehari Dapat Rp 400 Ribu
Samsul mengatakan pemeriksaan bakal dilakukan beberapa hari dengan hari terpisah. Untuk korban didampingi keluarga bakal dimintai keterangan lanjutan pada Rabu (12/3/2025). Sementara para terduga pelaku bullying keesokan harinya atau pada Kamis (13/3/2025).
Dalam pemeriksaan nantinya, baik korban atau terduga pelaku bullying bakal didampingi sejumlah pihak. Dengan harapan agar pemeriksaan lancar. “Karena ini sekali lagi menyangkut anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah,” jelasnya.
Di lain pihak, Kepala Unit Pelaksana Teknis atau UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Blitar, Dwi Andi Prakasa memastikan bakal mendampingi para korban dan terduga pelaku bullying.
Baca Juga :Pentol Topping Warna-warni, Camilan Unik yang Jadi Favorit Takjil Ramadan di Jombang
Hal itu sesuai dengan kewenangannya. Pihaknya mendampingi karena berkaitan dengan mental dan trauma. “Iya, kami atensi soal ini. Nantinya akan kami damping. Agar tak terulang lagi, kami juga terus sosialisasi ke sekolah-sekolah,” katanya.
Seperti diketahui, media sosial di Blitar digegerkan dengan aksi bullying atau perundungan. Seorang anak perempuan dibully hanya karena meng-like postingan salah satu pelaku perundungan.
Dalam tayangan di media sosial itu, seorang perempuan tengah berada di jembatan merah. Di lokasi itu ada segerombolan anak baru gede. Korban yang hanya seorang diri, itu selanjutnya dimintai keterangan oleh beberapa pelaku. Puncaknya, beberapa di antaranya mengolok-olok dan berakhir dengan tendangan dan pukulan.
Baca Juga :Muliakan Jemaah, Masjid Ar-Rahman Kota Blitar Sediakan 1.000 Porsi Menu Buka Puasa
Hasil penyelidikan, aksi bullying itu terjadi pada Februari 2025 lalu. Lokasinya di jembatan perbatasan antara Kecamatan Srengat dengan Sanankulon. Tetapi setelah didalami lebih lanjut, lokasi masuk Desa Kalipucung, Kecamatan Sanankulon.
Saat itu, korban yang berada di rumah dijemput oleh para pelaku di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Ada empat Perempuan yang notabene teman satu bangku salah satu SMP di Blitar. Ada yang berasal dari wilayah Srengat ada pula yang Sanankulon.
Sampai di rumah korban, pelaku mengajak untuk keluar sebentar. Jarak antara rumah dengan lokasi kejadian juga tak jauh.



















