Batu, SEJAHTERA.CO – Wali Kota Batu Nurochman menyampaikan apresiasi dan tanggapan positif terhadap masukan serta catatan strategis yang disampaikan oleh DPRD Kota Batu dalam Rapat Paripurna Penetapan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024.
Ia menekankan bahwa kunci keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya terletak pada kekuatan eksekutif, tetapi juga pada sinergi dan komunikasi yang sehat dengan legislatif
Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran DPRD atas kerja keras, kemitraan, serta dinamika diskusi yang menurutnya mencerminkan komitmen bersama dalam memperbaiki tata kelola pemerintahan daerah.
Baca Juga :Sespimmen Lemdiklat Polri Dikreg 65 Jalani KKP di Kota Wisata Batu
“Kami mengakui bahwa masih terdapat sejumlah catatan penting dalam pelaksanaan APBD tahun 2024, seperti belum optimalnya realisasi belanja daerah yang berkontribusi pada masih tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA),” urainya, Kamis (5/6/2025).
“Serta belum maksimalnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak dan retribusi. Namun kami juga menegaskan bahwa semua itu merupakan bagian dari dinamika dan pembelajaran yang akan dijadikan dasar untuk langkah perbaikan ke depan,” imbuhnya.
Menurutnya pengelolaan keuangan daerah bukan sekadar soal angka, tetapi juga bagaimana setiap rupiah yang dibelanjakan bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Baca Juga :Dukung Program Ketahanan Pangan, DKPP Kota Blitar Dorong Manfaatkan Lahan Kosong Sekitar Rumah
Oleh karena itu, seluruh masukan DPRD akan dijadikan bahan koreksi, evaluasi, dan penyempurnaan program ke depan.
Terkait dengan besarnya SiLPA yang mencapai Rp144,13 miliar, Cak Nur menilai hal tersebut mencerminkan dua sisi: adanya efisiensi dalam pelaksanaan program, namun juga sinyal bahwa masih ada belanja yang belum terserap maksimal.
Ia menegaskan, Pemerintah Kota Batu akan melakukan pengkajian menyeluruh atas penyebab rendahnya serapan anggaran, termasuk mengevaluasi sistem pengadaan, perencanaan program, dan kapasitas pelaksana di tingkat SKPD.
“Kita akan petakan dengan cermat hambatan-hambatan teknis maupun administratifnya, dan segera rumuskan solusi dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor,” tambahnya.
Baca Juga :Sosialisasi Zero ODOL Dimulai di Jombang
Menanggapi evaluasi DPRD tentang turunnya insentif fiskal dari pusat, orang nomor satu di Kota Batu tersebut menekankan bahwa Pemerintah Kota Batu akan memperkuat indikator kinerja strategis, mulai dari pengendalian inflasi, percepatan belanja, hingga fokus pada program penanggulangan kemiskinan dan stunting.
Ia juga menyatakan kesiapannya untuk mempercepat pemanfaatan teknologi dalam sistem pengelolaan PAD serta melakukan pembenahan pada pengelolaan BUMD agar mampu memberikan kontribusi lebih signifikan.
“Dalam hal pengelolaan sampah yang menjadi sorotan DPRD, kami Pemerintah Kota Batu telah menyiapkan rencana aksi yang melibatkan seluruh lapisan, mulai dari pemerintah desa hingga kota,” ujarnya.
Baca Juga :Kurun Waktu 2 Bulan, 5 Kasus Kekerasan Seksual Terjadi di Tulungagung, Korbannya 19 Anak Bawah Umur
Ia menilai bahwa penanganan sampah harus menjadi prioritas bersama demi menjaga citra Kota Batu sebagai kota wisata yang bersih dan nyaman.



















