193, 6 Juta Penduduk Indonesia Ingin Mudik Lebaran 2024, Sarpras Sudah Siap?, Ini Penjelasan Kemenhub

193, 6 Juta Penduduk Indonesia Ingin Mudik Lebaran 2024, Sarpras Sudah Siap?, Ini Penjelasan Kemenhub

Jakarta, SEJAHTERA.CO – Sebanyak 193, 7 juta penduduk Indonesia dijadwalkan atau berkeinginan untuk mudik Lebaran 2024.

Jumlah calon pemudik Lebaran 2024 itu setara 71,7 persen penduduk Indonesia yang akan bermobilisasi ke berbagai jurusan atau tujuan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama para operator transportasi telah menyiapkan sejumlah sarana dan prasarana (Sarpras) transportasi dalam menghadapi Angkutan Lebaran 2024.

Read More

Sejumlah sarana dan prasarana tersebut berupa 30.780 unit bus dan 113 terminal, 213 unit kapal, 8 lintas, 16 pelabuhan dan 50 dermaga.

Kemudian Kemenhub juga menyiapkan sebanyak 420 unit pesawat terbang, 51 bandar udara domestik dan 16 bandar udara internasional.

Disiapkan juga sebanyak 26 kapal penumpang, 107 kapal perintis, 1.208 kapal swasta dan 264 pelabuhan, serta 615 KA antarkota per hari dan 192 stasiun.

Sarana dan prasarana tersebut disiapkan untuk melayani 71,7 persen  atau sebanyak 193,6 juta penduduk Indonesia yang berkeinginan untuk mudik Lebaran.

“Hal tersebut sesuai dengan survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi,” kata Dirjen Perhubungan Laut, Antoni Arif Priadi yang mewakili Menteri Perhubungan dalam Diskusi Publik Kesiapan Jelang Mudik Lebaran 2024, di Jakarta, Kamis (28/3).

Dirjen Antoni mengatakan, kuatnya sinergi antar kementerian/lembaga, tersedianya infrastruktur yang terbangun, serta kesiapan sarana dan prasarana, membuat penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2024 memberi keceriaan kepada masyarakat seperti halnya slogan “Mudik Ceria Penuh Makna”.

“Tahun ini pemerintah melalui tema ”Mudik Ceria Penuh Makna” berupaya memberikan keceriaan melalui penyelenggaraan arus mudik yang aman, lancar, dan selamat sehingga memberi makna mendalam bagi seluruh masyarakat,” ujar Dirjen Antoni.

Dalam angkutan lebaran kali ini Kemenhub telah melakukan langkah-langkah persiapan antara lain berkoordinasi dengan kementerian/lembaga dan stakeholder terkait dalam menyusun rencana penyiapan sarana prasarana, pengujian kelaikoperasian sarana, penyusunan kebijakan teknis dan operasional, melakukan sosialisasi kebijakan, serta melakukan monitoring dan pembentukan posko bersama.

Dirjen Antoni berharap, upaya yang telah dipersiapkan dapat didukung oleh masyarakat dengan mudik lebih awal menggunakan transportasi umum sehingga kepadatan pada puncak arus mudik dapat terurai.

Untuk menghindari kepadatan puncak arus mudik pada 5-8 April 2024, dia mengimbau masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik lebih awal.

“Gunakan angkutan umum atau manfaatkan program mudik gratis yang disediakan Kemenhub atau instansi lain. Hindari menggunakan sepeda motor karena sangat berbahaya,”pungkasnya, seperti dilansir laman Kemenhub, Kamis (28/3).

Turut hadir pada kegiatan tersebut Direktur Lalu Lintas Jalan Perhubungan Darat Ahmad Yani, Direktur Penegakan Hukum Korlantas Polri Raden Slamet Santoso, Direktur Utama Airnav Polanan B. Pramesti, Direktur Armada dan Teknik PT. Pelni Robert MP. Sinaga, Direktur Pengelola PT. Pelindo Putut Sri Muljanto, Direktur Operasi PT. Jasa Marga Fitri Wiyanti, serta Direktur Layanan dan Niaga PT. Garuda Indonesia Ade R. Susardi.

Editor: Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *