Pihaknya mengungkapkan, selama kegiatan Operasi Keselamatan Semeru 2025 ini, kepolisian akan terus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pelajar. Mereka terus didorong agar tertib berlalulintas. Apalagi mayoritas yang terkena tilang yakni para pelajar.
Baca Juga :Direktur RSUD Jombang Benarkan Korban Mutilasi Sudah Diketahui Identitasnya dan Dimakamkan
“Kita sering ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi pelajar. Kemudian turun ke jalan memberikan edukasi dan sosialisasi langsung menyasar pengguna jalan,” jelasnya.
Seperti diketahui, Operasi Keselamatan Semeru 2025 telah berlangsung selama 10 hari, dimulai 10 hingga 23 Februari 2025. Sasaran prioritasnya adalah berboncengan lebih dari satu orang, melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, pengendara tidak menggunakan helm SNI.
Kemudian pengendara roda empat tidak menggunakan safety belt, menggunakan ponsel saat berkendara. Berikutnya pengendara di bawah pengaruh alkohol, knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong, menerobos lampu merah, serta melawan arus lalu lintas.
Baca Juga :Seleksi Administrasi PPPK Tahap Dua, Hentikan 311 Pelamar
“Tujuan kita bagaimana para pengendara memiliki kesadaran tentang keselamatan berlalulintas, mematuhi peraturan serta mengedepankan etika berkendara,” pungkas Wawan.



















