Batu, SEJAHTERA.CO – Kota Wisata Batu sebagai kota wisata andalan di Jawa Timur harus benar-benar kerja ekstra terkait permasalahan sampah. Pasalnya, sedikitnya 150 ton sampah perkotaan dari 21 ruas menjadi pekerjaan rumah pemkot, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu.
Pekerjaan rumah (PR) DLH Kota Batu ini menjadi penting karena sampah perkotaan sepertinya belum dikelola dengan maksimal.
Dari pantauan, sampah yang tetap menumpuk dan belum dikelola maksimal ada di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Stadion Brantas, ada juga tumpukan sampah di belakang SMPN 1 Kota Batu atau di bekas pasar relokasi lama, Jalan Abdul Gani Atas dan Jalan Sahar atas.
Kepala DLH Kota Batu, Muji Dwi Leksono mengatakan bahwa sampah yang menumpuk di beberapa tempat ini memang meresahkan bagi kami.
“Itu memang salah satu PR kami untuk diselesaikan,karena kebanyakan masyarakat belum mempunyai kesadaran diri untuk membuang sampah pada tempatnya, ” ungkapnya, Senin (19/02).
Belum lagi masih banyak oknum masyarakat yang membuang sampah di jalan-jalan tikus, membuat petugas kebersihan kewalahan. Bahkan membuat TPS di Stadion Brantas Kota Batu penuh dan menggunung dengan tumpukan sampah.
“Totalnya ada sekitar 150 ton belum dikelola atau hanya menumpuk,” terangnya.
Pihak DLH Kota Batu menerangkan bahwa pengelolaan sampah di 21 ruas dan pasar stadion sebagian dikelola di TPS Temas dan TPA Tlekung. Namun sampah yang di TPS Stadion adalah sisa sampah yang dibuang oknum masyarakat tidak bertanggung jawab di jalan-jalan tikus.
Terkait pengelolaan di TPA Tlekung, pihaknya telah mengoperasionalkan mesin incinerator selama 24 jam dengan sistem shift. Namun pengelolaan di TPA Tlekung harus dibagi antara mengelola sampah perkotaan rata-rata empat truk setiap hari dan sisanya mengelola sampah lama di TPA.
Reporter : Arief Juli Prabowo



















