Kediri, SEJAHTERA.CO – Program lima hari sekolah di Kota Kediri yang sebelumnya menjadi permasalahan dan mendapatkan protes, bakal dijalankan pada 2024.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Moh. Anang Kurniawan melalui Sekretaris Dinas Pendidikan, H.R. Marsudi Nugroho menjelaskan jika di tahun 2024 ini pembelajaran lima hari akan tetap berlangsung.
“Program ini sudah berjalan sejak September, terhitung sudah lima bulan. Sesuai dengan rencana awal di September bahwa kegiatan non formal yang diikuti siswa di luar sekolah maka nilai rapor ekstrakulikuler akan dilaporkan di semester 1 tahun ajaran 2023/2024,” jelas Marsudi.
Sesuai dengan komitmen awal, Dinas Pendidikan tetap mengakomodasi kegiatan siswa di lembaga non formal yang ada di luar sekolah, salah satunya adalah kegiatan keagamaan seperti mengaji.
Kendati demikian, Marsudi mengaku jika hingga hari ini Dinas Pendidikan belum mendapatkan informasi lebih lanjut terkait evaluasi yang dilakukan. Dan sekolah lima hari akan tetap berjalan di tahun 2024.
“Insyaallah tidak ada perubahan di tahun 2024,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya bahwa Kepala Dinas Kota Kediri setuju untuk melakukan evaluasi ulang namun ternyata hingga saat ini hasil dari evaluasi tersebut belum ada padahal Rapat Dengar Pendapat (RDP) telah dilakukan sejak 23 Oktober 2023.
Program ini juga sempat merndapat protes dari Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) karena jumlah siswa yang mengikuti kegiatan mengaji berkurang hingga 40 persen.
Sebanyak 61 persen lembaga TPQ dari 280 TPQ yang ada di Kota Kediri menolak adanya keputusan tersebut karena terjadi penurunan jumlah siswa.
Reporter : Dhea Safira



















