Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Sebanyak ratusan pelajar sekolah menengah atas (SMA) sederajat di Tulungagung antusias mengikuti perekaman KTP elektronik atau KTP el. Hal ini dilakukan menjelang Pemilu 2024, agar pelajar bisa menggunakan hak pilihnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Tulungagung, Nina Hartiani mengatakan, saat ini kepemilikan KTP el sangat krusial dan memiliki peran penting. Pasalnya, pada bulan Februari 2024 mendatang akan digelar Pemilu 2024 yang mana semua orang wajib memakai hak pilihnya.
Untuk itu Dispendukcapil jemput bola untuk memberikan pelayanan masyarakat Tulungagung yang belum memiliki KTP. Cara ini juga mempermudah dalam perekaman dan pencetakan KTP el utamanya bagi pemilih pemula.
“Sasaran kami pelajar yakni SMA/SMK sederajat yang usianya sudah masuk ke dalam daftar pemilih pemula. Dengan sistem jemput bola ini, mereka akan lebih mudah dalam merekam atau mencetak KTP el,” kata Nina Hartiani, Jumat (12/1/2024).
Dispendukcapil mendatangi satu persatu SMA/SMK sederajat di Tulungagung dan melakukan perekaman maupun pencetakan KTP el di tempat. Saat ini sudah ada dua sekolah yang didatangi yakni SMK Rejotangan dan SMA Negeri Pakel.
Dalam satu hari, pihaknya mampu memberikan pelayanan satu kali untuk satu sekolah, dikarenakan banyaknya jumlah pelajar yang antusias mengikuti perekaman KTP el. Mengingat dalam satu kali kunjungan ada ratusan pelajar hadir dan melakukan perekaman maupun pencetakan KTP el.
“Satu sekolah itu jumlahnya 100 lebih yang mengikuti perekaman dan pencetakan KTP el. Saat ini sudah ada dua sekolah, jadi totalnya ada 200an lebih pelajar yang sudah merekam dan mencetak KTP el,” ungkapnya.
Tapi kunjungan tidak bisa asal dilakukan, lantaran harus membuat janji dengan pihak sekolah. Pasalnya bisa saja salah satu sekolah tidak bisa dikunjungi lantaran adanya kegiatan penting seperti ulangan atau ujian.
Selain melakukan pencetakan dan perekaman KTP el, pihaknya juga menerima aktivasi KTP el dan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Diketahui sampai saat ini, hampir 10 ribu warga Tulungagung yang sudah mengaktifkan IKD dimana IKD ini mirip KTP el namun bersifat digital dan bisa sebagai pengganti KTP el fisik.
“Jadi kalau ada masyarakat yang lupa membawa KTP el, bisa menunjukkan identitas diri mereka melalui IKD ini. Jadi para pelajar yang kami layani juga langsung kami aktifkan IKDnya,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















