Blitar, SEJAHTERA.CO – Sukses berkarir politik dengan menjadi Bupati Bandung Barat, Jawa Barat, Hengky Kurniawan artis asal Blitar mencoba peruntungan di bursa pemilihan bupati (Pilbup) Blitar. Hengky mendaftar ke PDI Perjuangan.
Keseriusannya itu dibuktikan dengan mendatangi Kantor DPC PDI Perjuangan di Kanigoro, Kabupaten Blitar. Hengky mengambil formulir pendaftaran dan siap macung dan berebut rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan.
“Ya, saya mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati Blitar di DPC PDIP. Saya sampaikan terima kasih Pak Rijanto (Ketua DPC PDIP Kabupaten Blitar) yang sudah saya anggap seperti bapak dan telah meluangkan waktu menerima menyambut kedatangan,” kata Hengky, Selasa (7/5).
Dia menjelaskan bagi dirinya Blitar bukanlah kota baru. Sebelum hijrah dan menjadi orang penting di Bandung Barat lebih dulu berkiprah di Jakarta, yakni sebagai artis.
Blitar sendiri adalah kota kelahirannya. Bahkan pendidikannya juga ditempuh di Blitar. “Saya wong Blitar asli. Lahir dan sekolah di Blitar juga. Mudah-mudahan niat saya untuk berkiprah di Blitar lancar,” katanya
Pihaknya menyerahkan sepenuhnya ke partai soal rekomendasi. Yang jelas ketika sudah mengamit rekomendasi bakal allout.
Termasuk rajin menyapa. Dan jika terpilih bupati, akan berbuat lebih. “Program yang sudah berjalan baik akan ditingkatkan lagi,” katanya.
Sementara itu, dengan bertambahnya Hengky berarti sudah ada sembilan yang mengambil formulir pendaftaran di PDI Perjuangan.
Di antaranya Haris Son Haji yang juga mantan wakil bupatk dari Bondowoso. Selanjutnya Toni Andreas, tokoh peduli olahraga yang saat ini menjabat ketua KONI Kabupaten Blitar. Diteruskan Aryo Dimas, pegiat peduli pendidikan asal Selopuro, Kabupaten Blitar. Ada pula Supriarno, praktisi hukum yang pernah menjadi kuasa hukum Gus Samsudin.
Selain itu Dipo Wibowo, juragan dan kontraktor sukses asal Panggungrejo Kabupaten Blitar. Sementara pendaftar ke enam adalah Sulistiono anggota DPRD Kabupaten Blitar dari PDI Perjuangan alias dan internal partai. Dan dua pendaftar lagi Sutrisno dan Dina.
Reporter : Abdul Aziz Wahyudi
Editor : Gimo Hadiwibowo



















