Angka Stunting di Kabupaten Ponorogo Masih 9,3 Persen, Sugiri Sancoko: Tanggulangi dengan APBDes

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Berbagai upaya dilakukan Pemkab Ponorogo dalam penanganan kasus stunting di Bumi Reyog. Salah satunya yakni dengan menggelar kegiatan Rembuk Stunting.

 

Kegiatan yang digelar di Hall Hotel Gajah Mada tersebut juga dihadiri Forkompinda, Camat, Kepala Desa hingga organisasi Islam di Ponorogo.

Read More

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko yang membuka kegiatan tersebut mengatakan, penanganan stunting harus dilakukan secara komperhensif dengan melibatkan seluruh elemen mulai dari tingkat yang terkecil yakni keluarga hingga ke pemerintah daerah.

 

“Menyelamatkan kualitas generasi penerus dimulai dari yang terdini mungkin yaitu bagaimana menangani kasus stunting,” ungkap Sugiri Sancoko, kepada koranmemo.com, Senin (27/5/2024).

Menurut Bupati, stunting bisa dicegah jika setiap calon orang tua memiliki kualitas pengetahuan yang baik. Salah satunya yakni tidak melakukan pernikahan di usia dini, selain itu pemenuhan gizi seimbang juga perlu dilakukan ketika proses kehamilan hingga melahirkan.

 

“Ketika rahim belum siap mengandung karena pernikahan dini ditambah dengan pola hidup yang kurang sehat serta kurangnya gizi maka potensi anak menjadi stunting akan lebih besar,” tegasnya.

Orang nomor satu di Pemkab Ponorogo tersebut juga meminta kepada kepala desa untuk menyiapkan anggaran yang akan digunakan untuk mengatasi stunting dalam setiap penyusunan APBDes. Ia tidak mau anggaran stunting digunakan untuk kegiatan yang bersifat tidak langsung.

 

“Anggaran untuk stunting tapi kegiatannya study banding ke daerah lain, buat apa malah uangnya habis buat jalan jalan. Makanya kegiatan harus langsung tepat sasaran saya minta kepada kepala desa,” imbuh Sugiri.

Kang Giri juga menargetkan angka stunting tahun ini di angka 4 persen atau turun 5 persen dari saat ini yakni 9,3 persen. Ia berharap semakin kecil persentasenya akan semakin baik kualitas sumber daya manusianya.

 

“Ayo semua bergerak mengatasi stunting dari berbagai perspektif, unsur dan dari berbagai lini kehidupan bersama sama menangani stunting,” pungkasnya.

Reporter : Sony Dwi Prastyo

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *