Antisipasi Gangguan, Polres Tulungagung Koordinasi dengan Perguruan Silat

Antisipasi Gangguan, Polres Tulungagung Kooridnasi dengan Perguruan Silat
Kapolres Tulungagung, AKBP Mohammad Taat Resdi saat memberikan pernyataan soal antisipasi gangguan kamtibmas dari perguruan silat terutama saat pelaksanaan Pilkada 2024.(isal/sejahtera.co)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Menjelang Pilkada 2024, Polres Tulungagung sudah melakukan koordinasi dengan seluruh paguyuban pencak silat di Tulungagung. Hal itu dilakukan demi mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang hingga pelaksanaan Pilkada di Tulungagung.

Baca Juga :Rangsang Mau Vasektomi, DP3AP2KB Kota Blitar Beri Kompensasi Rp 12 Juta

Kapolres Tulungagung, AKBP Mohammad Taat Resdi mengatakan, ingin memastikan pelaksanaan Pilkada 2024 di Tulungagung berjalan aman dan lancar tanpa adanya gangguan. Dia akan melakukan pencegahan terkait potensi kerawanan Pilkada dari gangguan kamtibmas.

Read More

Polisi sudah mengumpulkan setiap paguyuban pencak silat di Tulungagung untuk diajak menjalin komunikasi dan koordinasi agar situasi kamtibmas di Tulungagung tetap kondusif. Selain itu, pihaknya juga meminta agar tidak lagi ada bentrokan antar perguruan silat di Kabupaten Tulungagung.

“Kami sudah menjalin komunikasi dan koordinasi kepada setiap paguyuban pencak silat di Tulungagung, agar bersedia secara bersama-sama menjaga kamtibmas di Tulungagung,” kata AKBP Mohammad Taat Resdi, Rabu (23/10/2024).

Baca Juga :Satgas TMMD 122 Kodim 0809 Kediri Sosialisasi Kadarkum untuk Warga Desa Pagung

Hasil rapat koordinasi itu, seluruh ketua paguyuban pencak silat di tingkat Kabupaten sepakat untuk bersama-sama menjaga kamtibmas di Tulungagung. Atas respons positif ini, pihaknya juga akan kembali menjalin rapat koordinasi dengan ketua ranting perguruan silat di tingkat kecamatan.

Pada rapat koordinasi itu, pihaknya juga ingin menyamakan visi dan menjalin komitmen secara bersama-sama dalam menjaga kamtibmas tidak hanya menjelang pilkada, tetapi juga terwujud secara berkelanjutan. Dengan begitu, diharapkan tidak ada lagi kasus bentrokan antar perguruan silat di Tulungagung.

“Total ada 10 perguruan silat yang akan kami kumpulkan dari tingkat ranting ini, rencananya pekan depan. Ketua ranting ini kami anggap penting karena memiliki akses ke arus bawah, sehingga kasus bentrokan antar perguruan silat ini bisa diputus,” ungkapnya.

Baca Juga :Pendaftaran PPPK di Lingkup Pemkot Blitar Ditutup, Formasi 201 yang Melamar 222

Selain melakukan koordinasi tersebut, jelas Taat, pihaknya juga akan rutin melakukan patroli terutama pada jam-jam rawan terjadinya gangguan kamtibmas di Tulungagung. Kemudian, pihaknya juga akan mengoptimalkan pengawasan terutama pada lokasi-lokasi rawan terjadinya gangguan kamtibmas.

Menurut Taat, pihaknya menilai jika selama ini ketua perguruan silat di Tulungagung kurang optimal lantaran kurang didengar oleh anggotanya di akar rumput terutama pada komunitas perguruan silat. Maka dari itu, pihaknya akan berupaya untuk lebih mengoptimalkan peran ketua perguruan silat ini dalam tugasnya sebagai ketua.

“Yang sering kami jumpai, ketua perguruan jarang didengarkan oleh anggotanya, terutama saat anggotanya melakukan pelanggaran, tidak bisa diingatkan oleh ketuanya. Jadi kami upayakan agar peran ketua ini bisa lebih optimal,” pungkasnya.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *