Blitar, SEJAHTERA.CO – Coblosan Pemilu 14 Februari membuat agenda rutin di lingkup Kota Blitar ikut terpengaruh. Pentas drama kolosal PETA terpaksa diundur karena waktunya bertepatan dengan pesta demokrasi.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dsn Pariwisata Kota Blitar Edi Wasono, menunda perhelatan dengan banyak pertimbangan. Selain tak ingin berbenturan dengan coblosan,; juga memberikan waktu para pemain pentas untuk mengaspirasikan pilihannya.
“Iya ditunda, selama ini kan 14 Februari pentas drama kolosal PETA. Nah karena berrtepatan dengan coblosan, kami memilih untuk memundurkan jadwal ,” katanya, Selasa (06/2).
Dia menjelaskan penundaan itu sudah dikoordinasikan dengan sejumlah pihak. Termasuk di antaranya memberitahukan kepada para pemeran pentas. Dan setelah melalui pertimbangan, pentas baru digelar tiga hari setelahnya atau pada 17 Februari.
Untuk waktu pentas tidak ada perubahan. Yakni sama dimulai pukul 19.00. “Cuma ditunda saja. Biar masyarakat bisa mengikuti coblosan dengan tenang. Apalagi 14 Februari juga ditetapkan hari libur,” katanya.
Mantan camat Sukorejo ini menambahkan selain pentas dama kolosal yang diundur, agenda upacara Hari Cinta Tanah Air tidak dilaksanakan pada 14 Februari, tetapi 15 Februari.
Pihaknya berharap penundaan itu tak menyurutkan niat warga untuk melihat langsung pentas tahunan. Apalagi pentas bakal menyajikan yang terbaru. Di antaranya jumlah pemeran yang mencapai ratusan dan aneka hiburan menarik.
“Saat ini pemeran terus giat berlatih. Ada 200 lebih pelajar yang terlibat,” pungkasnya. (ziz)



















