Bunda Paud Trenggalek, Harapkan dengan Pojok Baca Tingkatkan Literasi dan Kurangi Pengguna Gadget Anak

Bunda Paud Trenggalek, Harapkan dengan Pojok Baca Tingkatkan Literasi dan Kurangi Pengguna Gadget Anak

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Bunda Paud Trenggalek Novita Hardini berharap tiap desa di Kabupaten Trenggalek memiliki pojok baca.

Pojok baca sebagai Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan literasi di Bumi Menak Sopal sebagai upaya pembatasan penggunaan gawai pada anak di tengah era globalisasi. Sebab minat baca itu dinilai penting untuk perkembangan pada anak.

“Itu adalah impian saya sejak lama. Dari 2020 kepada Dinas Pendidikan selalu saya katakan, saya ingin paling tidak di akhir tahun ini atau paling tidak di akhir tahun 2024, semua desa sudah memiliki pojok baca,” kata Novita hardini bunda paud Kabupaten Trenggalek.

Read More

Perempuan yang menyandang gelar master of economics itu menyebut, buku merupakan jendela dunia untuk menambah pengetahuan dan wawasan. Tak hanya upaya untuk mengurangi intensitas anak dini untuk menggunakan ponsel, pojok baca itu diharapkan menambah wawasan kalangan masyarakat secara umum.

“Termasuk bagi kalangan perempuan. Mungkin bagi perempuan-perempuan yang belum punya akses untuk sekolah karena masalah keuangan dan sebagainya, mereka bisa membaca dari buku. Ini adalah privilege yang sangat luar biasa dan menurut saya harus diberikan kepada masyarakat kita,” imbuh bunda paud.

Dengan meningkatkan kapasitasnya, lanjut Novita Hardini bunda Paud Kabupaten Trenggalek, perempuan bisa menjadi mitra yang selaras dimulai dari lingkup keluarga. Menurutnya, posisi ibu harus terus diisi dengan ilmu pengetahuan, agar bisa menjadi ibu yang baik dalam mendidik anak sehingga melahirkan generasi unggul. Dengan pengetahuan yang dimiliki, perempuan bisa ikut sumbang sih berkontribusi terhadap kemajuan desanya.

“Perempuan harus tahu bagaimana memperjuangkan desanya, kecamatannya, daerahnya dan bagaimana membuat negara Indonesia yang dulu diperjuangkan dari penjajahan hingga hari ini kita sudah merdeka, harus bisa terus merdeka,” pungka Novita Hardini.

Reporter: Angga Prasetya

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *