Capai 72 Persen Proyek MRMP Harus Selesai Tahun ini, Disbudparpora Ponorogo: Ont The Track

Capai 72 Persen Proyek MRMP Harus Selesai Tahun ini, Disbudparpora Ponorogo: Ont The Track
Sejumlah pekerja saat menyelesaikan pengerjaan proyek MRMP.(istimewa)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Pemkab Ponorogo terus mengebut pembangunan proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban atau MRMP di eks tambang gamping Sampung.

Baca Juga :Berswafoto di Tebing Pantai Kedungtumpang Tulungagung, Pelajar Kampung Inggris Terseret Ombak

Pasalnya mega proyek MRMP di eks tambang gamping Sampung tersebut ditargetkan rampung tahap pertama di akhir tahun 2024 ini.

Read More

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwista, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo, Judha Slamet Sarwo Edi mengatakan jika progres pengerjaan MRMP sudah menyentuh 72 persen.

Baca Juga :Seluruh Kecamatan di Trenggalek Dilanda Kekeringan, 34 Ribu Jiwa Kesulitan Air Bersih

Diketahui pengerjaan struktur bawah atau podium MRMP telah selesai. Saat ini, pengerjaan menyentuh struktur atas di ketinggian lebih 64 meter.

“Untuk tahap pertama ini yakni struktur bawah atau podium selesai, saat ini sedang menyelesaikan atau merakit matrik, seperti puzzle itu dengan penandaan penomoran perakitan biar tidak keliru,” ungkap Judha kepada wartawan, Minggu (13/10/2024).

Baca Juga :HIPMI Kabupaten Kediri Berbudaya, Dukung Warga Gadungan Barat Gelar Parade Bantengan

Judha menyebut jika penyusunan matrik ini perlu ketelitian serta dikerjakan secara bertahap. Secara teknis para pekerja menyelesaikan perakitan matrik berbentuk Reyog tersebut secara berurutan.

Pihaknya tak menampik jika pengerjaan struktur atas itu cukup berat. Apalagi posisi merakitnya di atas ketinggian.

“Itu nanti per layer, jika layer satu sudah nanti ganti layer kedua begitu seterusnya. Dan ini harus hati hati karena pemasangannya diatas ketinggian,” imbuhnya.

Baca Juga :Cawabup Blitar Abdul Ghoni: Ibu Khofifah Senior Saya ketika di PMII

Dirinya juga menegaskan pembangunan MRMP ini bukan bangunan konvensional seperti gedung pada umumnya. Melainkan bangunan seni, yang memerlukan treatment atau penanganan yang berbeda, apalagi matrik yang dipasang menjadi layer itu rentan pecah.

“Kalau pecah kan harus mengganti, dan membuatnya itu juga perlu cetakan yang susah, sehingga harus hati-hati, makanya harus diperlakukan berbeda,” Jelasnya.

Selain itu, para pekerja yang tengah menyelesaikan proyek tersebut juga harus bekerja ekstra. Bahkan, para pekerja disana, setiap harinya bekerja 16 jam, hingga pukul 21.00 WIB, untuk menuntaskan pembangunan proyek tersebut patung setinggi 126 meter tersebut.

Baca Juga :Hati-Hati, Satlantas Polres Batu Bidik 10 Terget Pelanggaran Dalam Operasi Zebra Semeru 2024

“Target kami bisa selesai di Desember tahun ini, dan secara timeline masih on the track,” paparnya.

Ia berharap, hingga akhir tahun ini, cuaca bersahabat sehingga proyek tersebut dapat selesai tepat waktu. Sebab, jika terjadi hujan, maka dapat menghambat proses pembangunan.

“Kalau hujan tentunya ya menjadi kendala. Dan mudah-mudahan juga tidak begitu angin, karena kalau angin kencang bisa membahayakan pekerja dan pekerjaannya,” ujarnya.

Baca Juga :Tersangka Kasus Keracunan Massal Pekerjakan 3 Karyawan untuk Hapus Tanggal Kedaluarsa, Statusnya Sebagai Saksi

“Tapi di sana ada alat untuk mengukur angin, ketika kecepatan angin tinggi ya pekerjaan harus berhenti, karena berbahaya,” tandas Judha.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *