DBD Penyakit Komunal, Dinkes Kabupaten Ponorogo Masifkan PSN

DBD Penyakit Komunal, Dinkes Kabupaten Ponorogo Masifkan PSN

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Adanya dua korban anak anak yang meninggal dunia akibat demam berdarah di Ponorogo, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) meminta kepada masyarakat untuk menggalakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara masif.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinkes Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti. Menurut Kadinkes DBD merupakan penyakit komunal atau penyakit menular yang berkembang di tengah masyarakat. Sehingga salah satu cara terbaik untuk mengatasi hal tersebut yakni dengan melakukan pencegahan.

“Inikan (DBD) penyakit komunal, tidak bisa bersih jika tanpa dibersihkan, makanya PSN harus digalakan,” ungkap Dyah Ayu Puspitaningarti

Read More

Lebih lanjut, Ayu ingin masyarakat lebih aware terhadap penyakit DBD ini. Segera pergi ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala demam selama 2-7 hari. Sebab, penanganan terbaik DBD berada pada tahap awal pasien tersebut tertular atau terjangkit.

“DBD itu biasanya demam sembuh, demam lagi. Jadi harus diwaspadai, jangan sampai terlambat untuk penanganannya,” imbuhnya.

Dari data Dinkes Ponorogo, tercatat jumlah pasien DBD dari bulan Januari hingga Februari berjumlah 13 orang. Dengan rincian Januari ada 7 orang dan Februari 6 orang.

Untuk pasien yang masuk dalam demam berdarah, Kadinkes menyebutkan jika salah satu indikatornya yakni trombosit kurang dari 100 ribu dan Hematogrit lebih dari 20 persen.

“Untuk Maret kami masih rekap. Memang kami lebih ketat menggolongkan DBD contohnya trombosit kurang dari 100 ribu, Hematogrit lebih dari 20 persen. Harus dipenuhi baru dinyatakan DBD,” pungkasnya.

Reporter : Sony Dwi Prastyo

Editor : Gimo Hadiwibowo

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *