Di Madrasah Tsanawiyah Al Hikam, Jelantah Bisa Ditukar Sembako, Dorong Warga Lebih Peduli Lingkungan

Di Madrasah Tsanawiyah Al Hikam, Jelantah Bisa Ditukar Sembako, Dorong Warga Lebih Peduli Lingkungan
Warga Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, menukarkan minyak jelantah dengan sembako di Madrasah Tsanawiyah Al Hikam. (istimewa)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Di Madrasah Tsanawiyah Al Hikam, Jelantah Bisa Ditukar Sembako, Dorong Warga Lebih Peduli Lingkungan.

Baca Juga :Bobol Rumah Warga Diwek, Perempuan Asal Gadingmangu Ditangkap

Warga Desa Jatirejo, Kecamatan Diwek, yang berdekatan dengan Madrasah Tsanawiyah Al Hikam, memiliki cara baru untuk mengelola limbah minyak jelantah yang biasanya terbuang sia-sia.

Read More

Itu karena warga dapat menukarkan minyak goreng bekas alias jelantah tersebut dengan sembako, seperti gula, minyak goreng, atau bumbu dapur di Madrasah Tsanawiyah Al Hikam tersebut.

Seperti pada Jumat (8/11/2024), beberapa warga terlihat antusias datang ke Madrasah Tsanawiyah Al Hikam ini dengan botol-botol berisi minyak jelantah.

Baca Juga :Usai Dilantik, 1.092 Anggota KPPS Mojoroto Kota Kediri Diminta Menjaga Netralitas

Minyak jelantah tersebut ditimbang terlebih dahulu, lalu dihargai Rp6.000 per kilogram dan langsung bisa ditukar sembako sesuai pilihan mereka. Program ini telah berjalan lebih dari setahun dan bertujuan mengurangi pembuangan jelantah secara sembarangan.

Kepala Madrasah Tsanawiyah Al Hikam, Maftuhah Mustiqowati, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya untuk siswa, tapi juga terbuka bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga :Korban Pencurian Motor Cabut Laporan ke Polisi, Ternyata Pelaku Anak Tetangga Sendiri

Ia berharap masyarakat menjadi lebih sadar akan dampak negatif jika minyak bekas dibuang sembarangan. “Sekarang warga sudah jarang membuang jelantahnya, mereka memilih menyimpannya untuk ditukarkan di sini,” terangnya.

Menurut Maftuhah, program ini juga mengajarkan warga tentang pengelolaan limbah rumah tangga secara sederhana. Selain memberikan manfaat ekonomi, program tukar jelantah ini juga mendorong masyarakat lebih peduli lingkungan.

Ia menambahkan, inovasi ini diharapkan bisa terus berjalan dan menginspirasi lebih banyak pihak.

Baca Juga :Pemerintah Kota Kediri Berikan Wawasan Keamanan Pangan pada Ratusan PKL

“Semoga program ini bisa berkelanjutan dan diterapkan di tempat lain, sehingga semakin banyak warga yang terlibat dalam menjaga lingkungan,” katanya.

Warga pun merasa terbantu. Selain bisa mendapatkan sembako, mereka juga ikut berkontribusi menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Program ini menjadi contoh nyata bagaimana limbah rumah tangga dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat.

Baca Juga :Alasan Kemanusiaan, Cabup Rini Syarifah Maafkan Perusak APK Rindu, Cabut Laporan ke Bawaslu

Salah satunya seperti diungkapkan Yuli, salah satu warga. Ia merasa terbantu dengan adanya program ini. “Saya bawa tiga setengah kilo jelantah, dan bisa dapat gula, bumbu dapur, dan garam. Jelantah kalau dibuang kan sayang, lebih baik ditukar buat tambahan kebutuhan dapur,” ucapnya dengan puas.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *