Digitalisasi Pintu Air Waduk Siman Jombang Tingkatkan Efisiensi Irigasi

Digitalisasi Pintu Air Waduk Siman Jombang Tingkatkan Efisiensi Irigasi
Menteri Pekerjaan Umum RI, Dody Hanggodo saat diwawancarai wartawan. (agung/sejahtera.co)

Jombang, SEJAHTERA.CO – Digitalisasi pengelolaan pintu air di Waduk Siman yang dikelola Unit Pengelola Irigasi (UPI) Daerah Irigasi (D.I) Siman, Jombang, diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi air untuk pertanian. Sistem ini dirancang juga untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Baca Juga :Pjs Bupati Kediri Lepas Jalan Santai HUT ke-53 Korpri, ini Pesan yang Disampaikan

Ketua Induk Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) Siman, Supadi, menjelaskan bahwa penerapan sistem ini membawa manfaat besar bagi para petani. Teknologi otomatisasi yang didukung CCTV pada pintu-pintu air membuat distribusi air lebih terukur sesuai kebutuhan.

Read More

“Sebelumnya, banyak sawah yang kesulitan air, tetapi sekarang distribusinya merata hingga ke daerah hilir. Sawah yang sebelumnya tidak bisa ditanami kini justru bisa diolah. Petani merasa sangat terbantu,” katanya saat bertemu dengan pihak Kementerian Pekerjaan Umum di kantor UPI D.I Siman, di Jalan Pattimura No. 100, Kelurahan Jombatan, Jombang, Jumat (22/11/2024) pagi.

Baca Juga :Nilai 96,51 di Bidang Layanan Kesehatan, Pemkab Kediri Dapat Penghargaan Terbaik Dinkes Provinsi Jatim

Supadi juga menyebutkan bahwa sistem yang baru berjalan tiga bulan ini sudah mulai dirasakan dampaknya. Meski belum sepenuhnya maksimal, kerja sama antara petugas irigasi dan petani berjalan baik. Dengan luas area irigasi 4.852 hektare, HIPPA Siman berharap teknologi ini terus dikembangkan untuk pemerataan dan efisiensi distribusi air.

Sistem digitalisasi ini mendapat apresiasi dari Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI, Dody Hanggodo. Ia menilai teknologi ini merupakan langkah besar dalam mendukung produktivitas pertanian.

Baca Juga :Jelang Berakhirnya Masa Tugas sebagai Pjs Bupati Ponorogo, Joko Irianto Meminta Kades dan Perangkat untuk Tetap Netral

“Digitalisasi memungkinkan area yang sebelumnya sulit terairi menjadi lebih produktif. Tambahan pengairan hingga 1.500 hektare adalah pencapaian besar yang mendukung peningkatan hasil pertanian di wilayah Kediri, Nganjuk, hingga Jombang,” ungkapnya.

Dody menambahkan, langkah ini selaras dengan arahan Presiden Prabowo untuk memprioritaskan ketahanan pangan nasional melalui modernisasi infrastruktur.

Baca Juga :Kebijakan PIT Justru Menghimpit Nelayan, DPR RI Curiga ada Oknum Berulah

“Dengan teknologi seperti ini, kita tidak hanya meningkatkan hasil pertanian tetapi juga membawa harapan baru bagi petani untuk lebih sejahtera,” tuturnya.

Digitalisasi pintu air Waduk Siman diharapkan menjadi percontohan nasional dalam pengelolaan sumber daya air yang modern dan efisien, mendukung keberlanjutan sektor pertanian di Indonesia.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *