Dinkes Kota Batu Buat Langkah Antisipatif Cegah Penyebaran HMPV

Dinkes Kota Batu Buat Langkah Antisipatif Cegah Penyebaran HMPV
Pemeriksaan virus HMPV oleh Dinkes Kota Batu.(arief/sejahtera.co)

Batu, SEJAHTERA.CO – Viralnya pemberitaan dunia maya terkait keberadaan virus HMPV (Human Metapneumo Virus) membuat masyarakat Kota Batu mengalami kepanikan.

Meskipun di Kota Batu belum ada laporan adanya pasien yang terjangkit HMPV, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu telah mengambil langkah – langkah sebagai tindak antisipatif.

Baca Juga :Fogging jadi Trobosan Cegah DBD yang Disebabkan Curah Hujan Semakin Tinggi

Read More

Mereka juga meminta agar masyarakat tidak terlalu panik terhadap munculnya virus HMPV tersebut, namun tetap waspada dengan tetap menjaga pola hidup sehat.

“Mengingat HMPV adalah virus yang menular melalui droplet dan kontak, Dinas Kesehatan Kota Batu melakukan beberapa langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran dan mengurangi dampaknya di masyarakat,” ujar dr Susana Indahwati, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, Selasa (14/1/2025).

Ia menjelaskan bahwa pihaknya telah membuat langkah- langkah pencegahan. Di antaranya, melakukan penguatan terhadap sistem surveilans dengan meningkatkan pengawasan terhadap kasus-kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Baca Juga :Diintimidasi, Anggota Panwascam Sukorejo Kota Blitar Mengadu ke Polisi

Hal ini dilakukan di semua fasilitas kesehatan yang ada di Kota Batu, baik puskesmas, klinik, hingga rumah sakit. Dalam upaya ini juga dilakukan pengumpulan data kasus, gejala, usia pasien, dan informasi epidemiologi lainnya.

Selanjutnya, dinkes melakukan pemantauan terhadap tren dan pola. Dalam hal ini dilakukan analisa atas data surveilans untuk mengidentifikasi tren peningkatan kasus, kelompok usia yang paling terdampak, dan pola penyebaran geografis di Kota Batu.

Tak hanya survei lapangan, Dinkes Kota Batu juga melaksanakan edukasi masyarakat terkait promosi Kesehatan. Dinkes mengkampanyekan pola kebersihan tangan dengan menggalakkan kampanye cuci tangan pakai sabun dan air mengalir secara rutin.

Baca Juga :Kapolsek Ngadiluwih Sambang Warga Edukasi Pencegahan PMK

Kampanye ini dilakukan melalui berbagai media, seperti media sosial, spanduk, brosur, dan penyuluhan langsung di masyarakat.

“Dalam edukasi, masyarakat juga didik untuk menerapkan etika batuk dan bersin. Yaitu, dengan menutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk atau bersin, dan membuang tisu bekas pada tempatnya,” jelas Susana.

Dan untuk menekan kepanikan warga, Dinkes Kota Batu juga menyediakan informasi yang akurat dan mudah dipahami tentang HMPV. Dan hal ini juga dijelaskan terkait gejala, cara penularan, kelompok risiko, dan langkah- langkah pencegahan HMPV.

Baca Juga :Simpan Pil Dobel L, Warga Ngasem Dijemput Polisi

Dan untuk mengoptimalkan edukasi dan penyuluhan ini, dinkes menyasar berbagai kelompok masyarakat. Mereka melakukan penyuluhan langsung di sekolah-sekolah, posyandu, dan komunitas-komunitas masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang HMPV dan pentingnya Langkah pencegahan.

Dan yang tak kalah penting, juga dilakukan penguatan terhadap kapasitas fasilitas Kesehatan (faskes) yang ada di Kota Batu.

Termasuk, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dengan memberikan update knowledge kepada tenaga kesehatan di faskes tentang penanganan kasus HMPV, terutama pada kelompok berisiko tinggi.

Baca Juga :Ngeluruk Kejaksaan Negeri Kabupaten Blitar, Massa GPI Tuntut Pengusutan Sejumlah Dugaan Korupsi

Ditambahkan Kadinkes Kota Batu, Aditya Prasaja bahwa pihaknya juga menjalin koordinasi lintas sektor dalam hal pencegahan HMPV ini.

Di antaranya dengan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan untuk menggalakkan penerapan protokol kesehatan di sekolah-sekolah, seperti penggunaan masker dengan benar, penyediaan fasilitas cuci tangan, dan edukasi tentang kebersihan.

“Selain itu kita juga bekerja sama dengan tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (toga) untuk menyebarkan informasi dan menggerakkan masyarakat dalam upaya pencegahan HMPV,” katanya.

Baca Juga :Hampir Dua Pekan di Awal Tahun 2025, Kasus DBD di Tulungagung Mencapai 44 Kasus, Simak Penjelasannya

“Termasuk memberi imbauan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker di tempat umum, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan, terutama saat terjadi peningkatan kasus ISPA,” ujar Aditya.

Diketahui, HMPV adalah virus pernapasan umum yang biasanya bergejala ringan. Namun, pada kelompok berisiko, infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius.

Baca Juga :Munarsih, Sosok di Balik Jaranan Eklek, Kesenian Khas Kota Blitar yang Melegenda, Diciptakan 37 Tahun Silam, Ciri Khasnya Pemainnya Perempuan Semua

Pencegahan yang baik dan perawatan yang tepat dapat membantu mengurangi dampak HMPV, karena tidak ada obat antivirus khusus untuk HMPV. Pada kasus yang parah dan memerlukan rawat inap, dokter dapat memberikan perawatan suportif, seperti oksigen tambahan atau bantuan pernapasan.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *