Blitar, SEJAHTERA.CO – Ini peringatan bagi warga Kota Blitar agar menjaga lingkungan benar-benar bersih. Pasalnya memasuki bulan puncak musim hujan, mulai ada penyakit penyerta.
Salah satunya adalah demam berdarah dengue atau DBD. Berdasarkan data laporan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar awal tahun 2024 atau dua bulan ini sudah puluhan warga terkena serangan DBD. Bahkan salah satu penderitanya meninggal dunia.
“Iya sampai Februari ini ada 10 yang terkena DBD. Satu di antaranya nyawanya tak tertolong,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Blitar Dissie Laksmonowati, Minggu (25/2).
Dia menjelaskan sebanyak 10 warga yang terjangkit DBD itu tersebar di berbagai kelurahan. Sebelum mendapatkan penanganan mengeluh demam tinggi yang identik gejala DBD. Tetapi sayang, 1 pasien nyawanya tak tertolong lagi karena diketahui sudah dalam kondisi mengkhawatirkan.
“Penderita DBD yang meninggal asal Sukorejo. “Begitu ada laporan DBD, langsung sosialisasi dan ditindaklanjuti dengan fogging,” katanya.
Dia menyebut sosialisasi penting karena menjadi salah satu kunci utama pencegahan DBD. DBD bisa dicegah jika warga menerapkan pola hidup bersih. Seperti menutup bak atau benda yang bisa dijadikan nyamuk berkembang biak, mengubur kaleng hingga menguras bak mandi rutin. Jika perlu air penampungan diberi cairan khusus. Selain itu, keberadan juru pemantau jentik atau jumantik ikut berperan menangani DBD di masyarakat.(ziz)


















