Direncanakan Mutasi, Disdik Tulungagung Tangani Perselisihan Dua Pegawainya

Direncanakan Mutasi, Disdik Tulungagung Tangani Perselisihan Dua Pegawainya
Proses mediasi antara terlapor dan pelapor yang didampingi Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Disdik Tulungagung di Polres Tulungagung. (Humas Polres Tulungagung)

Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tulungagung akan segera memanggil dua pegawainya yang sempat bersitegang hingga berujung pelaporan di Polres Tulungagung kemarin.

Bahkan, salah satu dari dua pegawai Disdik Kabupaten Tulungagung itu rencananya akan diusulkan untuk dimutasi setelah mencuatnya kasus ini.

Kasubbag Umum dan Kepegawaian, Disdik Kabupaten Tulungagung, Darmono mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan perselisihan antara dua pegawainya itu berujung pelaporan polisi.

Read More

Padahal persoalan itu sebetulnya masih bisa diselesaikan secara kekeluargaan atau melalui mekanisme internal dinas

Apalagi saat kasus ini masih ditangani Polres Tulungagung, peristiwa tersebut murni merupakan adu mulut atau cekcok antar staf dan bukan termasuk pengancaman.

Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa bukti-bukti yang ada tidak cukup kuat untuk memenuhi unsur ancaman pembunuhan.

Baca Juga :Pemkot Batu Perketat Aturan Kampanye LGBTQ di Ruang Publik

“Polisi menyatakan jika kasus ini murni adu mulut saja karena bukti yang ada tidak cukup kuat untuk memenuhi unsur ancaman pembunuhan. Padahal masalah ini bisa diselesaikan secara internal,” kata Darmono, Jumat (10/7/2026).

Kasus seperti ini, ungkap Darmono, baru pertama kali ini terjadi di lingkungan Disdik Kabupaten Tulungagung, dimana rekam jejak petugas Satuan Pengamanan (Satpam) yang dilaporkan juga terbilang bersih.

Pasalnya, petugas Satpam itu tercatat sudah bekerja di kantor Disdik Kabupaten Tulungagung selama lebih dari 20 tahun.

Selama itu, petugas Satpam itu belum pernah sekalipun terlibat permasalahan dengan pegawai lainnya dan diketahui baru pertama kali ini petugas Satpam itu terlibat permasalahan.

Berdasarkan keterangan yang didapat, rupanya permasalahan itu dipicu lantaran terlapor sempat diejek karena tidak bisa punya anak.

Baca Juga :Harga Timun di Tingkat Petani Kabupaten Kediri Naik, Harga Cabai Rawit Turun

“Jadi memang ini masalah pribadi yang seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan maupun secara internal,” ungkapnya.

Menyikapi kasus ini, Darmono menyebut, pihaknya akan mengambil langkah evaluasi dan antisipasi agar kejadian perselisihan serupa tidak terulang.

Bahkan pihaknya juga membuka kemungkinan untuk melakukan mutasi terhadap salah satu pegawai yang berselisih itu agar tidak lagi ada perselisihan antara keduanya.

Rencana mutasi itu dapat dilakukan melalui penataan di internal Disdik Kabupaten Tulungagung seperti dimutasi ke Korwil Kecamatan atau diusulkan mutasi ke dinas maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain.

Rencana ini akan dikoordinasikan dan dilaporkan terlebih dahulu kepada pimpinan agar mendapatkan keputusan final.

Baca Juga :Tujuh SD Negeri di Ponorogo Nihil Siswa Baru, Dindik Buka Pendaftaran Tambahan

“Rencana itu memang ada, tetapi kami perlu berkoordinasi dan melapor kepada pimpinan dulu untuk mendapatkan keputusan final,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *