Disarpus Susun dan Bukukan Sejarah serta Potensi Desa – desa di Kabupaten Kediri

Disarpus Susun dan Bukukan Sejarah serta Potensi Desa - desa di Kabupaten Kediri
Ilham Sri Subekti Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Kediri menunjukkan buku sejarah berdirinya desa-desa di Kabupaten Kediri. (bakti/sejahtera.co)

Kediri, SEJAHTERA.CO – Diawali tahun 2023, Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus) Kabupaten Kediri dengan membuat buku-buku tentang sejarah, cikal bakal, potensi dan kearifan budaya lokal desa-desa di Kabupaten Kediri.

Baca Juga :Sebanyak 181 Calon KPPS Dinyatakan TMS, Ini Penjelasaan KPU Tulungagung

Uniknya lagi, dalam buku tentang sejarah, cikal bakal, potensi dan kearifan budaya desa terbitan Disarpus Kabupaten Kediri ini juga disebut awal mula nama desa yang tersambung dengan tokoh nama yang awal babad desa.

Read More

Ada empat buku yang sudah tersusun dan tersimpan di Disarpus Kabupaten Kediri.

Empat buku tentang desa yang sudah ada dan dibukukan adalah Desa Brumbung Kecamatan Kepung, Desa Jagul Kecamatan Ngancar, Desa Gadungan Kecamatan Puncu, dan Desa Nanggungan Kecamatan Kayen Kidul.

Baca Juga :Lestarikan Ekosistem Laut, Pj Bupati Trenggalek Tanam Ribuan Fragmen Karang di Pantai Mutiara

Direncanakan nanti seluruh desa di Kabupaten Kediri akan dibuat buku seperti buku yang ada tersebut. Untuk satu buku butuh waktu satu hingga dua bulan, bahkan lebih untuk penyusunannya.

Karena harus cari narasumber yang benar-benar tahu, memahami, mengerti akan fakta sebenarnya sejarah desa.

Ilham Sri Subekti Kepala Disarpus Kabupaten Kediri menjelaskan ditulisnya buku ini merupakan dukungan program Bupati Kediri yaitu Kediri Berbudaya.

Di buku ini tersusun semua potensi desa, sejarah, budaya, cikal bakal desa , letak geografis, karakter sosial masyarakat, dan profesi warga.

Baca Juga :Suster Katolik Kota Batu Dukung dan Doakan Cak Nur – Heli Menang Pilkada

“Tim kami melakukan penulusuran mendalam ke tokoh-tokoh desa sebagai narasumber yang benar-benar berkompeten. Diawali dari kecamatan kemudian ke desa. Sudah pasti akurat karena investigasi dan survei yang kami lakukan untuk mencari bukti otentik tentang desa,” ujarnya, Senin (7/10/2024).

Ditambahkan Ilham, bisa jadi ini yang pertama di Indonesia dan Kabupaten Kediri yang mengawali. Tentu ini momen penting, agar melalui buku ini anak muda di desanya memahami babad awal desanya.

Intinya nama desa tidak sekadar memberi nama saja namun oleh nenek moyang desa ada makna arti dan sejarah.

Baca Juga :Sudah Periksa 22 Saksi, Polres Blitar Kota Belum Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Pelemparan Kayu Berpaku

Suyani arsiparis senior Disarpus Kabupaten Kediri mengakui keberadaan buku dan data yang sudah diarsipkan sangat penting, dan tidak bisa dianggap enteng.

“Karena di arsip ada berjuta dan beragam data tersimpan. Jangan abaikan tentang arsip dan data. Melalui arsip data pula seseorang bisa maju dan berkembang dalam usaha dan pekerjaan yang ditekuninya,” katanya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *