Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Pada tahun 2024, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Tulungagung membuka pelatihan kerja bagi masyarakat di Tulungagung.
Diketahui, anggaran yang disiapkan untuk pelatihan kerja ini bernilai fantastis mencapai miliaran rupiah dari dua sumber dana berbeda.
Kepala Disnakertrans Tulungagung, Agus Santoso mengatakan, pada tahun ini diadakan pelatihan kerja bagi masyarakat Tulungagung yang belum bekerja.
Tujuannya, nanti agar peserta pelatihan kerja mampu mendirikan usaha secara mandiri dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat Tulungagung.
Namun, terdapat syarat dan ketentuan yang berlaku bagi peserta pelatihan kerja yang mau mendaftar dimana salah satunya yakni belum pernah bekerja.
Selain itu, para peserta pelatihan kerja juga tidak boleh perorangan, namun harus memiliki kelompok seperti karang taruna, komunitas maupun kelompok-kelompok lain.
“Memang ada syarat dan ketentuan yang berlaku bagi peserta pelatihan kerja untuk bisa ikut pelatihan kerja tahun ini. Kami memang memperketat persyaratannya, agar program ini tepat sasaran,” kata Agus Santoso, Senin (3/6/2024).
Menurut Agus, peserta pelatihan kerja akan menerima hibah berupa peralatan kerja selama mengikuti pelatihan. Nantinya, peralatan kerja tersebut bisa diambil dan dimanfaatkan oleh para peserta agar bisa mendirikan usaha secara mandiri.
Sedangkan peran kelompok, nantinya untuk memastikan agar tempat usaha yang didirikan bisa terjamin dengan peran serta kelompok tersebut.
Dengan begitu, kelompok tersebut bersama-sama bisa saling gotong royong dalam mendirikan suatu usaha setelah peserta pelatihan kerja dari kelompoknya selesai dilatih.
“Kalau dulu kita memberikan modal usaha, ternyata tidak tepat sasaran. Sekarang kita akan berikan peralatan kerja sesuai pelatihan yang diikuti. Contohnya kalau ikut pelatihan barbershop, akan diberi peralatan barber,” ungkapnya.
Sedangkan soal anggarannya sendiri, Agus menyebut, tahun ini ada dua sumber anggaran untuk mengadakan pelatihan kerja bagi masyarakat di Tulungagung.
Dua sumber anggaran tersebut berasal salah satunya berasal dari APBD Tulungagung senilai Rp 1 miliar dan APBN dengan nilai sekitar Rp 900 juta.
Dana APBD nantinya diperuntukkan untuk membuka 14 jenis pelatihan kerja, sedangkan dana APBN untuk membuka 6 jenis pelatihan kerja. Program ini diharapkan membuat masyarakat mampu membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat lainnya.
“Jenis pelatihan kerjanya beragam, seperti tata boga, barber shop, salon, design grafis, otomotif dan lain-lain. Kalau yang APBD itu akan mendapat peralatan kerja dan diperuntukkan bagi kelompok. Kalau APBN tidak dapat apa-apa dan bisa individu,” pungkasnya.
Reporter: Mochammad Sholeh Sirri
Editor: Dhita Septiadarma



















