Blitar, SEJAHTERA.CO – Pendaftar bakal calon bupati Blitar dari PDI Perjuangan terus bertambah. Meski penutupan masih lama pada 15 Mei, saat ini sudah ada 6 pendaftar yang mengambil formulir.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Blitar, Rijanto mengakui, gelombang pendaftar terus berdatangan. Mereka berasal dari berbagai latar belakang profesi.
“Sampai 10 hari ada enam pendaftar yang mengambil formulir. Kami optimistis pada sesi penjaringan ini banyak yang daftar. Apalagi partai kami partai yang terbuka untuk semua,” kata Rijanto, Minggu (5/5).
Dia mengatakan para pendaftar itu ada yang berasal dari internal partai ada pula non partai. Enam pendaftar itu harus mengikuti proses lagi sebelum nantinya nama-nama bakal disodorkan ke DPP untuk mendapatkan rekomendasi.
“Nanti ada proses pengembalian formulir. Pada proses ini bakal calon harus datang dan tak bisa diwakilkan. Karena yang harus dilengkapi pada sesi ini,” katanya.
Enam pendaftar itu menurut Rijanto yang kali pertama mengambil formulir sesaat setelah pembukaan pendaftaran. Yakni Haris Son Haji yang juga mantan wakil bupati dari Bondowoso.
Selanjutnya Toni Andreas, tokoh peduli olahraga yang saat ini menjabat Ketua KONI Kabupaten Blitar. Diteruskan Aryo Dimas, pegiat peduli pendidikan asal Selopuro, Kabupaten Blitar.
Ada pula Supriarno, praktisi hukum yang pernah menjadi kuasa hukum Gus Samsudin. Selain itu Dipo Wibowo, juragan dan kontraktor sukses asal Panggungrejo Kabupaten Blitar. Sementara pendaftar ke enam adalah Sulistiono anggota DPRD Kabupaten Blitar dari PDI Perjuangan alias dan internal partai.
Salah satu pendaftar bacabup Supriarno mengakui mendaftar ke PDI Perjuangan. Ketika mendaftar diwakilkan saat pengambilan formulir.
“Saya tergerak mendaftar untuk memberikan suasana lain ke Kabupaten Blitar,” katanya.
Pihaknya menyerahkan ke mekanisme partai soal bacabup. Yang jelas ketika mendapatkan rekomendasi bakal all out untuk menang.
Reporter : Abdul Aziz Wahyudi
Editor : Gimo Hadiwibowo



















