Hari Kedua PPDB Daring Kabupaten Tulungagung, Warga Keluhkan Titik Azimuth

SEJAHTERA.CO – Dua hari pelaksanaan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) di Tulungagung berjalan lancar meski mendapati beberapa kendala. Bahkan masyarakat yang mengalami kendala selama pelaksanaan PPDB daring turut berbondong-bondong datang ke kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung.

bupaten Tulungagung, Syaifudin Juhri mengatakan, selama dua hari pelaksanaan PPDB daring di Tulungagung, pihaknya didatangi oleh masyarakat. Diketahui, kedatangan masyarakat ke kantor Disdik Tulungagung itu untuk mengurus kendala pada PPDB.

Berdasarkan laporan masyarakat, mayoritas kendala tersebut terjadi yakni meminta perubahan titik azimuth lantaran terjadi kekeliruan. Hal ini menyebabkan calon peserta didik baru tidak masuk ke dalam sistem zonasi yang sudah ditetapkan Disdik Tulungagung.

Read More

 

“Titik azimuth itu ditetapkan oleh operator sekolah, kemarin sudah kami panggil untuk memperbaiki itu, tetapi saat pelaksanaan PPDB ternyata masih terjadi kesalahan,” kata Syaifudin Juhri, Selasa (11/6/2024).

Disdik selama dua hari terakhir terus memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk memperbaiki titik azimuth tersebut. Selain masalah azimuth, terdapat beberapa masyarakat yang mengurus perubahan Kartu Keluarga (KK).

Pada sistem ini, calon peserta didik baru harus didampingi oleh orang tua yang tertera sesuai dengan KK miliknya saat melakukan pendaftaran sekolah. Diketahui, KK yang digunakan untuk mendaftar pada PPDB kali ini minimal sudah diterbitkan satu tahun sebelumnya.

 

“Berdasarkan evaluasi kami, ada dua kendala yang dihadapi masyarakat pada PPDB daring ini, dimana kendala tersebut terkait kesalahan titik azimuth dan perubahan KK,” ungkapnya.

Penerbitan KK minimal satu tahun, jelas Syaifudin, rupanya bukan tanpa alasan, hal itu justru untuk mencegah adanya pemindahan KK demi kebutuhan PPDB. Hal itu bisanya dilakukan untuk mengakali sistem zonasi, sehingga peserta didik bisa mendaftar di sekolah incarannya.

Selama dua hari ini, pihaknya sudah membuka tiga loket untuk melayani kendala yang dikeluhkan oleh masyarakat selama PPDB daring. Pada hari kedua pelaksanaan PPDB ini, permohonan perbaikan atas kendala tersebut sudah mulai berkurang.

 

“Pada hari pertama kemarin memang banyak yang mengurus perbaikan hingga kantor Disdik Tulungagung crowded. Tetapi sekarang sudah mulai berkurang,” pungkasnya.

Reporter: Mochammad Sholeh Sirri

Editor: Dhita Septiadarma

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *