SEJAHTERA.CO – Kabar akan dibukanya kembali Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Desa Tlekung Kecamatan Junrejo Kota Batu membuat reaksi tokoh masyarakat dan warga terang-terangan menolak.
Seperti diketahui, Pemkot Batu berencana pada 5 Januari 2024 bakal membuka kembali TPA Tlekung dengan alasan sudah terdapat 3 mesin Incenerator yang diklaim bisa menyelesaikan masalah sampah di Kota wisata Batu.
Kepala Desa Tlekung, Sumardi, mengatakan, tokoh masyarakat telah rapat dan sempat menegur Pemdes terkait adanya kabar pembukaan kembali TPA pada 5 Januari 2024 mendatang.
“Terus terang, masyarakat langsung menegur kepala desa. Karena, tanpa koordinasi. Tanpa pemberitahuan ke desa maupun masyarakat kok TPA dibuka lagi,” terangnya, Kamis (4/1).
Dalam rapat itu hasil akhir tanpa kesimpulan yang mana masyarakat dan tokoh Desa Tlekung tetap minta TPA Tlekung ditutup.
“Masyarakat Desa Tlekung tetap minta TPA Tlekung ditutup. Meskipun, Dinas Lingkungan Hidup ngotot dibuka dengan dalih dari tiga unit mesin Incenerator yang ada cara kerjanya yang satu menghabiskan sampah lama. Kedua, untuk Desa Tlekung, lalu ketiga untuk sampah perkotaan,” tuturnya.
Selain itu alasan mengapa masyarakat Desa Tlekung sudah tidak menginginkan lagi TPA Tlekung dibuka kembali, menurut Sumardi, karena kuatir dipermainkan lagi oleh Pemkot Batu.
Di mana, masyarakat sudah melihat sendiri sejak di uji cobanya tiga unit mesin Incenerator yang ada sejak 9 Desember 2023 masih belum bisa mengurangi sampah yang menggunung.
“Karena sudah uji coba tiga unit mesin Incenerator dengan kapasitas besar, terus dilihat sepertinya sampah yang menggunung tidak berkurang. Masyarakat kuatir justru itu dibuat alasan untuk memasukkan sampah baru,” ujarnya.
Ditambahkan jika pihak warga dan tokoh desa telah sepakat agar TPA Tlekung dimaksimalkan dulu mengurangi sampah yang menggunung tersebut jika tidak bisa berkurang maka jangan harap bisa membuka kembali TPA Tlekung.
Reporter : Arief Juli Prabowo



















