Kediri, SEJAHTERA.CO – Kediri Nite Carnival (KNC) yang diikuti sebanyak 115 peserta kampanyekan Gempur Rokok Ilegal di Taman Makam Pahlawan dan finis di Balai Kota Jalan Basuki Rahmad, Sabtu (7/10). Acara ini merupakan rangkaian Hari Jadi ke-1444, Kota Kediri tahun 2023.
Kepala Satpol PP Kota Kediri, Syamsul Bahri mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri berupaya mencegah peredaran rokok ilegal. Meski memiliki daerah yang tidak luas dengan 3 kecamatan saja, Kota Kediri masih berpotensi menjadi sasaran peredaran rokok tanpa cukai.
“Peredaran rokok ilegal atau tanpa cukai bisa merugikan negara, karena cukai itu diberikan khusus untuk produk yang memiliki karakteristik sesai Undang-Undang. Sehingga peredarannya harus sesuai dengan kesejahteraan, keadilan, dan keseimbangan,” paparnya.
Sementara itu Perwakilan Kantor Bea Cukai Kota Kediri, Argo Satmito menuturkan, KNC didukung dari dana bagi hasil cukai. “Dana bagi hasil cukai hasil tembakau, yang selama ini cukainya kami kumpulkan dalam satu anggaran lalu kita potong 3 persen dan digunakan untuk acara yang seperti ini. Selain memberikan hiburan juga bisa memberikan edukasi kepada masyarakat tentang rokok ilegal,” jelas Argo.
Program gempur rokok ilegal masih menjadi fokus pemerintah kota. Lewat KNC ini Pemkot Kediri juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang rokok ilegal lewat poster gempur rokok ilegal dalam mobil karnaval mereka.
“Ciri rokok ilegal itu bisa dilihat dari pita cukai, rokok tanpa pita cukai, rokok dengan pita cukai bekas, rokok dengan pita cukai yang tidak sesuai dengan jenisnya, dan rokok dengan pita cukai palsu,” jelas Argo.
Antusiasme masyarakat bisa dilihat dari sepanjang jalan yang dilalui KNC, mulai dari Jalan PK Bangsa hingga finis di depan Balai Kota, penuh sesak warga yang menonton.
Lewat kegiatan ini pemerintah kota kediri berharap bisa memberikan edukasi kepada masyarakat Kediri secara luas, lewat aktivitas yang menghibur masyarakat. Kediri Night Festival tahun ini, diikuti oleh 115 kontingen.
Sementara itu Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, berharap masyarakat yang menyukai fashion, budaya, seni, dan yang ingin tampil di depan masyarakat banyak bisa menuangkan hasrat mereka lewat acara ini.
Mengingat tahun ini adalah masa kepemimpinan terakhir Abdullah Abu Bakar, dan berharap acara ini bisa menjadi acara yang membekas dan bermakna bagi masyarakat Kota Kediri.
Reporter: Dhea Safira
Editor: Dhita Septiadarma


















