Madiun, SEJAHTERA.CO – Mayor Cpl Eko Sudarto, mengakhiri jabatannya menahkodai Penrem 081/DSJ, setelah dua tahun masa pengabdiannya.
Di bawah kepemimpinannya, Penrem 081/DSJ mengalami peningkatan signifikan. Baik dari segi kemampuan personel maupun pencapaian tugas dalam mendukung tugas pokok TNI AD.
Untuk penggantinya pun tak kalah hebat, yakni Kapten Inf Ismail, yang sarat akan pengalaman tugas selama berdinas menjadi prajurit.
Tercatat, pria kelahiran Kabupaten Ponorogo 48 tahun lalu ini pernah dua kali diberangkatkan ke medan operasi saat berdinas di Yonif 320/BP Divisi 1/Kostrad. Tepatnya di Nangroe Aceh Darussalam (NAD) pada tahun 2001 dan 2003.
Baca Juga :Dua Pemuda di Lamongan Diringkus Polisi saat Asyik Mengemas Sabu dan Melinting Ganja
Tak hanya itu, Ia juga memiliki kualifikasi Raider yang berhasil ditempuhnya tahun 2013 saat berdinas di Yonif 111/R Kodam Iskandar Muda.
Selain siap melanjutkan berbagai keberhasilan yang telah diraih Penrem 081/DSJ, ia juga akan menitikberatkan pada profesionalisme.
Sebagai satuan penerangan di jajaran TNI AD, sebutnya, Penrem 081/DSJ harus senantiasa update dan adaptif.
“Seperti yang telah ditekankan oleh Bapak Kadispenad (Brigjen TNI Wahyu Yudhayana), bahwa kami harus selalu update dan adaptif. Update berarti harus selalu mengikuti perkembangan informasi terbaru dan mampu menyampaikan informasi dengan jelas dan efektif kepada masyarakat,” kata Kapenrem 081/DSJ, Kapten Inf Ismail pada Senin (21/7/2025).
Baca Juga :Respon Cepat Polres Blitar Menangani Kasus Perundungan di SMPN Doko Blitar
“Sedangkan adaptif harus mampu menyesuaikan diri dengan kemajuan teknologi dan perubahan dinamika media,” sambungnya.
Menurutnya, satuan penerangan juga dituntut untuk selalu responsif dan inovatif. Hal ini dihadapkan dengan kemajuan teknologi informasi yang semakin berkembang pesat.
“Harapannya ke depan Penrem 081/DSJ akan mampu memperkuat perannya sebagai instrumen strategis dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan publik terhadap TNI AD,” pungkasnya.



















