Kekeringan di Trenggalek Terus Meluas, Tembus 41 Desa di 11 Kecamatan

Kekeringan di Trenggalek Terus Meluas, Tembus 41 Desa di 11 Kecamatan
Petugas BPBD Trenggalek saat mendistribusikan bantuan air bersih (angga/sejahtera.co)

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Kekeringan di Kabupaten Trenggalek terus meluas. Tercatat sebanyak 41 desa dari 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Trenggalek terdampak kekeringan. Jumlah itu berpotensi meluas seiring belum turunannya hujan.

Baca Juga :Kakak – beradik di Trenggalek Tersapu Ombak saat Cari Kerang di Pantai Tok Alang-alang, Satu Belum Ditemukan

Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Admono menyebut, 41 desa yang terdampak kekeringan itu meliputi Desa Panggul, Terbis, Besuki, Ngrencak, Karangtengah, Nglebeng, Banjar, Kertosono dan Manggis di Kecamatan Panggul.

Read More

Kemudian, Desa Ngulanwetan, Ngulankulo, Ngadirenggo, Wonocoyo dan Desa Pogalan.

“Kemudian ada Desa Wonoanti dan Ngrayung di Kecamatan Gandusari,” kata Triadi, Minggu (22/9/2024).

Baca Juga :Jelang Masa Kampanye, Pedagang di CFD Tulungagung Dilarang Pakai Atribut Salah Satu Paslon, ini Sanksinya Jika Melanggar!

Kemudian ada Desa Pandean dan Cakul di Kecamatan Dongko, Desa Sengon, Depok, Srabah di Kecamatan Bendungan, Desa Jatiperahu dan Ngentrong di Kecamatan Karangan serta Desa Pucanganak, Nglinggis, Winong, Dermosari, Ngepeh dan Prambon di Kecamatan Tugu.

Selain itu ada di Desa Sumberejo dan Gador di Kecamatan Durenan, Desa Mlinjon dan Wonokerto di Kecamatan suruh serta Desa Tanggaran dan Sukokidul di Kecamatan Pule.

“Ada lagi Desa Ngares, Karangsuko, Sukosari, Sumberdadi dan Kelurahan Tamanan di Kecamatan Trenggalek,” imbuhnya.

Baca Juga :Pasutri Asal Ngusikan Ditangkap Usai Tepergok Mencopet di Pasar Peterongan Jombang

Rata-rata, kata Triadi, kondisi sumber air di daerah itu mengerikan sehingga petugas harus melakukan distribusi air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Sebab daerah-daerah itu rata-rata berada di daerah dataran sehingga kerap jadi langganan kekeringan saat musim kemarau tiba.

“Untuk wilayah terdampaknya tidak mesti. Kadang tahun lalu wilayah tersebut kekeringan, kemudian tahun ini tidak. Begitu juga sebaliknya,” ujarnya.

Baca Juga :Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun, Jamaah PMJ Berduka, Gus Lik Meninggal Dunia

Berkaca pada tahun sebelumnya, ada sebanyak 56 desa dari 152 desa dan 5 kelurahan di Trenggalek terdampak kekeringan.

Kekeringan tahun lalu terbilang parah, mengingat seluruh kecamatan di Bumi Menak Sopal sebutan lain Trenggalek terdampak.

Melihat wilayah terdampak saat ini, akankah kekeringan tahun ini lebih parah dari tahun sebelumnya.

Baca Juga :Laga Kualifikasi Piala Asia U20 2025 Batal di GBK, Dialihkan ke Stadion Madya Senayan, Harga Tiketnya Tetap?

“Tahun lalu ada 56 daerah terdampak kekeringan, mudah-mudahan segera turun hujan sehingga warga tidak lagi mengalami kekeringan,” jelasnya.

Meskipun tidak mengalami kekeringan lagi jika hujan turun, warga dihadapkan dengan potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.

Merujuk rilis BMKG, prediksi puncak musim hujan pada bagian Indonesia barat terjadi pada November – Desember.

Baca Juga :Jalin Silaturahmi Lewat Khutbah Jumat dan Tekankan Pentingnya Kerukunan di Tahun Politik

Wilayah yang akan mengalami puncak musim hujan pada November-Desember 2024 adalah sebanyak 303 Zona Musim atau 43,4 persen dari total Zona Musim yang meliputi Pulau Sumatra, pesisir selatan Jawa, dan Kalimantan.

Sementara terdapat pula sebanyak 250 Zona Musim atau 35,8 persen dari zona musim yang diprediksi akan mengalami puncak musim hujan pada Januari-Februari 2025 yaitu meliputi Lampung, Pulau Jawa bagian Utara, sebagian kecil Pulau Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur dan sebagian besar Papua.

Baca Juga :Fraksi DPRD Ponorogo 2024 – 2029, Lima Utuh, Dua Gabungan, ini Daftarnya

Masyarakat diimbau waspada potensi bencana hidrometeorologi. “Kami terus lakukan mitigasi bencana untuk meminimalisir dampak,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *