Kediri, SEJAHTERA.CO – Di usia yang telah menginjak 104 tahun, Martiyah, warga Dusun Bogo, Desa Bulu, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri, bersiap menunaikan ibadah haji pada 19 Mei 2026 mendatang.
Baca juga: Krisis Sampah Kediri Temui Titik Terang, Aksi Warga Pojok Berakhir Damai
Perempuan kelahiran 1 Juli 1921 ini sehari-hari dikenal sebagai penjual jenang di teras rumahnya. Ia menjajakan berbagai jenis jenang seperti jenang sumsum, grendul, ketan ireng, hingga mutiara kepada pelanggan dari berbagai kalangan.
Meski usianya lebih dari satu abad, kondisi fisiknya masih cukup prima. Pendengarannya masih baik, bicaranya jelas, dan aktivitas hariannya tetap berjalan seperti biasa.
Setiap pagi, Martiyah bangun untuk melaksanakan salat Subuh, kemudian menyiapkan dagangan jenangnya.
Baca juga:Wakil Bupati Lepas Jamaah Haji Asal Kabupaten Kediri
Keinginan untuk menunaikan ibadah haji telah lama ia pendam. Sejak bertahun-tahun lalu, ia menyisihkan hasil berjualan jenang untuk ditabung hingga akhirnya bisa mendaftar haji pada 2021.
“Cita-cita saya memang naik haji. Uang saya kumpulkan sejak lama. Saya bersyukur masih diberi kesehatan dan bisa melihat anak cucu,” ujarnya.
Martiyah memiliki lima anak, serta puluhan cucu dan buyut yang jumlahnya mencapai sekitar 50 orang. Dalam perjalanannya ke Tanah Suci nanti, ia akan didampingi oleh anak keduanya, Muidah (64).
Muidah mengatakan, tekad sang ibu untuk berhaji sangat kuat sejak lama. Ia pun bersyukur kondisi ibunya masih sehat menjelang keberangkatan.
“Saya bersyukur ibu sehat. Informasinya, ibu menjadi jemaah haji tertua di Indonesia tahun ini. Mohon doanya semoga kami semua diberi kelancaran saat berangkat maupun pulang,” ujarnya.
Baca juga:DP3AP2KB Kota Kediri Sosialisasi Pendaftaran Duta Genre 2026
Kisah Martiyah menjadi potret ketekunan dan kesabaran, bagaimana impian yang dirawat sejak lama akhirnya terwujud di usia senja.

















