Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Seorang perempuan berinisial AE (40) warga Desa Batokan, Kecamatan Ngantru, Kabupaten Tulungagung ditemukan tidak bernyawa di sawah masuk Desa Pulerejo, Kecamatan Ngantru, Rabu (2/10/2024). Jasad perempuan itu diduga merupakan satu korban kecelakaan melibatkan Bus Bagong.
Baca Juga :Sempat Kabur ke Rumah Teman, Pelaku Penganiayaan Adik Diringkus Polres Kediri Kota
Kasatlantas Polres Tulungagung, AKP Taufik Nabila mengatakan, penemuan jasad perempuan dewasa itu bermula saat salah seorang warga sedang berjalan di sekitar lokasi kecelakaan antara bus bagong dan pemotor.
Saat berjalan itu, warga tersebut sempat menengok ke arah persawahan pada sisi barat jalan dan terlihat seseorang yang tergeletak pada sawah tersebut. Lalu warga kemudian mendekat dan mendapati perempuan dan mengalami luka di bagian kepala.
“Jadi tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB, ada warga setempat pejalan kaki yang melihat adanya sesosok perempuan dalam kondisi telungkup di area sawah dekat TKP kecelakaan bus bagong dengan pemotor kemarin,” kata AKP Taufik Nabila, Rabu (2/10/2024).
Baca Juga :Pasca MUA Oknum Pelempar Kayu Berpaku Dipecat, Pengurus Yayasan: Kasus Kami Serahkan ke Polisi
Warga tersebut kemudian melaporkan temuan tersebut ke Polsek Ngantru, yang mana petugas Polsek Ngantru, Satlantas Polres Tulungagung dan petugas medis segera mendatangi TKP. Petugas yang tiba di TKP sempat melakukan pemeriksaan terhadap korban dan dinyatakan meninggal dunia.
Petugas kemudian melakukan penyelidikan terhadap jasad korban dengan dibawa ke RSUD dr. Iskak untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. Diketahui, tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada jasad korban, korban meninggal karena mengalami luka berat pada bagian kepala.
Setelah dipastikan, jasad perempuan dewasa itu merupakan korban lain dalam peristiwa kecelakaan bus bagong dengan pemotor. Diketahui, AE sendiri merupakan teman MZ yang saat kejadian kecelakaan itu tengah berboncengan
Baca Juga :Imigrasi dan Timpora Jombang Gelar Operasi, Sasar Dua Perusahaan
Akibat kejadian kecelakaan itu, korban AE sempat terpental sejauh kurang lebih 10 meter dari titik tabrakan, sedangkan korban MZ terjatuh tidak jauh dari TKP. Dengan ditemukannya satu korban lainnya, polisi memastikan kecelakaan maut kemarin merenggut dua nyawa sekaligus.
“Pada saat petugas kami mendatangi TKP kemarin hanya ada satu korban, namun tadi pagi ternyata ditemukan satu korban lainnya. Kami menghimbau agar masyarakat pengguna jalan mementingkan keselamatannya maupun pengguna jalan yang lain selama berkendara,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, terjadi kecelakaan maut antara Bus Bagong dengan pengendara sepeda motor di jalan raya masuk Desa Pulerejo Kecamatan Ngantru Tulungagung pada Selasa (1/10/2024). Akibat kejadian ini, pengendara sepeda motor berinisial MZ dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga :Geger, Warga Desa Suruhwadang Ditemukan Membusuk di Bengkel
Berdasarkan informasi yang didapat, kecelakaan itu terjadi saat Bus Bagong nopol N 7223 UI yang berjalan dari arah utara menuju selatan di jalan raya masuk Desa Pulerejo Kecamatan Ngunut. Saat itu, bus tersebut tengah ngeblong dengan mengambil jalur kanan (Jalur berlawanan) hingga keluar marka jalan.
Pada saat itu, dari arah selatan menuju utara terdapat pengendara sepeda motor suzuki nopol AG 4062 RFA yang dikendarai MZ yang ternyata tengah berboncengan bersama temannya AE. Diduga tidak memperhatikan arus lalu lintas di depannya, Bus Bagong tersebut lantas menabrak pemotor hingga korbannya meninggal dunia.



















