Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Proses pembongkaran tugu perguruan pencak silat di Kabupaten Tulungagung masih berlangsung. Pembongkaran tugu ini diklaim membuat kasus penganiayaan yang melibatkan oknum perguruan silat menurun.
Kapolres Tulungagung, AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan, berdasarkan datanya ada sebanyak lima tugu perguruan silat yang sudah dibongkar paksa. Kini menyisakan sebanyak 29 tugu yang belum dibongkar.
Proses pembongkaran tugu perguruan silat itu sendiri akan tetap dilakukan sampai dengan tugu yang berdiri diatas tanah fasilitas umum (Fasum) benar-benar bersih. Dengan begitu, tidak ada lagi tugu perguruan silat di Tulungagung yang secara ilegal berdiri pada lahan milik pemerintah.
“Beberapa perguruan silat secara mandiri melakukan pembongkar tugunya. Ini menunjukkan bahwasanya masyarakat Tulungagung memiliki kebesaran hati dan kesadaran tinggi untuk kepentingan umum,” kata AKBP Teuku Arsya Khadafi, Kamis (16/11/2023).
Selama proses pembongkaran, jelas Arsya, petugas sama sekali tidak ada perbuatan represif yang dilakukan oleh oknum perguruan silat dengan maksut menghalangi petugas dalam penertiban tugu. Selama proses pembongkaran yang dilakukan juga tertib dengan tidak adanya anggota perguruan silat.
Dengan begitu, pihaknya memastikan jika proses pembongkaran tugu ini akan dilakukan terhadap seluruh tugu yang berdiri pada fasum di Kabupaten Tulungagung. Hal ini dilakukan sebagai wujud keadilan sosial yang mana apabila satu tugu dibongkar, maka seluruhnya juga dibongkar.
“Kami mengkedepankan asas keadilan sosial, jadi tanpa pandang bulu, semua tugu perguruan silat dilakukan pembongkaran,” jelasnya.
Disinggung terkait sisi posirif pasca pembongkaran, Arsya mengungkapkan jika tindak kriminalitas atau kasus bentrokan antar perguruan silat di Tulungagung semakin menurun.
Bahkan selama beberapa bulan terakhir, sudah mulai tidak ada lagi laporan kasus bentrokan antar perguruan silat.
Atas dampak positif itu, pihaknya juga berencana untuk secepatnya menuntaskan proses pembongkaran tugu perguruan silat yang belum dibongkar. Selain itu, pihaknya juga ingin pembinaan atlet-atlet pencak silat agar bisa menghasilkan prestasi yang mentereng di kancah nasional maupun internasional.
“Secepatnya akan kami bongkar seluruhnya, dengan harapan kasus bentrokan antar perguruan silat semakin menurun. Selain itu agar setiap perguruan silat tidak terjadi perselisihan lagi, kami juga akan fokus membina atlet pencak silat agar berprestasi,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor :



















