Massa Kepung Pendapa Kabupaten Blitar, Tuntut Usir Warga Luar Blitar yang Diduga Ikut Campuri Pemerintahan

Massa Kepung Pendapa Kabupaten Blitar, Tuntut Usir Warga Luar Blitar yang Diduga Ikut Campuri Pemerintahan
Sejumlah massa yang demo di depan Pendapa Ronggo Hadinegoro. (aziz/sejahtera.co)

Blitar, SEJAHTERA.CO – Sejumlah massa yang mengatasnamakan Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) ngeluruk Pendapa Ronggo Hadinegoro (RHN). Massa menuntut untuk mengembalikan marwah pendapa sebagai rumahnya warga Kabupaten Blitar.

Baca Juga :Ditetapkan Calon Bupati Kediri, Paslon Deny-Mudawamah Ajak Warga Ciptakan Pilkada Damai

Dengan membentangkan banner dan poster, massa tiba di Pendapa Ronggo Hadinegoro sekitar pukul 10.00. Aksi massa mendapatkan pengawalan ketat dari aparat. Baik dari polisi hingga Satpol PP Kabupaten Blitar.

Read More

“Tuntutan kami salah satunya mengembalikan kehormatan dan harga diri pendapa sebagai rumahnya warga Blitar,” kata Joko Prasetyo, koordinator GPI, Senin (23/9/2024).

Dirinya menduga selama ini pendapa, kerap digunakan warga luar daerah. Bahkan ujung-ujungnya meski tak berkepentingan malah ikut mengatur jalannya roda pemerintahan.

Baca Juga :Nomor Urut Pilgub Jatim Ditetapkan, Luluk-Lukman 01, Khofifah-Emil 02, Risma-Gus Han 03

“Ini kan sangat disesalkan. Bahkan informasinya diduga juga kerap menggunakan fasilitas pemerintah berupa kendaraan. Nopolnya diganti pelat hitam. Ini kan fatal, “ kata Joko.

Atas tindakan itu, pihaknya meminta kepada pihak berwenang untuk bertindak. Dan yang lebih penting lagi, bisa mengembalikan kehormatan pendapa. “Ini seperti pejabat Kabupaten Blitar dan rakyatnya bak menjadi gedibal,” keluhnya.

Jika keinginan ditolak, meminta Pemkab Blitar untuk menyiagakan aparat dari kepolisian. “Jika ada orang luar yang nekat masuk, polisi harus menolak,” pintanya.

Baca Juga :Massa di Trenggalek Kembali Lakukan Aksi Desak Pertanggungjawaban Santri Hamil di Ponpes, ini Kata Polisi

Massa sempat ingin merangsek ke pendapa. Tetapi keinginan untuk masuk mendapatkan halangan dari aparat. Aparat menolak mentah-mentah keinginan massa untuk masuk ke pendapa. Massa akhirnya ditemui Rully Prasetyo Wahyu Prasetyowanto perwakilan dari Pemkab Blitar.

Baca Juga :Tiga Paslon Pilkada Kota Batu Ambil Undian Nomor Urut

“Soal keinginan untuk masuk ke pendapa tak bisa dipenuhi. Untuk sementara masih kami konsultasikan dengan pimpinan,” kata Rully yang juga kepala Bappeda Kabupaten Blitar ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *