Musim Kemarau, DKPP Kediri Pastikan Ketersediaan Pangan Aman dan Surplus

Musim Kemarau, DKPP Kediri Pastikan Ketersediaan Pangan Aman dan Surplus
Petugas DKPP di GPM Kabupaten Kediri.(bakti/sejahtera.co) 

Kediri, SEJAHTERA.CO – Memasuki musim kemarau yang diperkirakan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Agustus 2025 ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri melakukan monitoring ketersediaan pangan.

Baca Juga :Bupati Jombang Canangkan Pusat Baku Halal, Kukuhkan Ratusan Juleha

Plt Kepala DKPP Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, melalui Kepala Bidang Ketersediaan, Distribusi, dan Kerawanan Pangan, Arbai, memastikan bahwa ketersediaan pangan di Kabupaten Kediri pada puncak musim kemarau masih lebih dari cukup.

Read More

Berdasarkan data, untuk komoditas beras perkiraan produksi mencapai 13.331,8 ton, total ketersediaan 59.736,8 ton, dengan kebutuhan 10.031,4 ton, sehingga surplus 49.705,4 ton. Jagung diperkirakan memproduksi 27.805,8 ton, tersedia 34.736,8 ton, kebutuhan 19.938,9 ton, dan surplus 14.866,9 ton.

Bawang merah produksi 645,7 ton, tersedia 690,7 ton, kebutuhan 400,6 ton, surplus 290,2 ton. Cabai rawit produksi 186,0 ton, ketersediaan 236,0 ton, kebutuhan 194,6 ton, surplus 41,4 ton. Cabai merah besar produksi 6.450,0 ton, tersedia 6.495,0 ton, kebutuhan 284,7 ton, surplus 6.210,3 ton.

Baca Juga :Mantan Kades Korupsi, Kejari Nganjuk Kembalikan Rp352 Juta ke Desa Banarankulon

Minyak goreng tersedia 2.196,6 ton, kebutuhan 1.881,9 ton, surplus 314,8 ton. Bawang putih tersedia 307,2 ton, kebutuhan 260,2 ton, surplus 47,0 ton. Daging sapi produksi 305,7 ton, kebutuhan 103,2 ton, surplus 202,5 ton.

Untuk daging ayam ras produksi 1.329,5 ton, kebutuhan 804,7 ton, surplus 524,8 ton. Telur ayam produksi 5.839,2 ton, kebutuhan 874,7 ton, surplus 4.854,7 ton. Gula pasir produksi 22.823,3 ton, tersedia 1.251,7 ton, kebutuhan 748,9 ton, surplus 502,8 ton. Kedelai tersedia 1.347,6 ton, kebutuhan 1.332,0 ton, surplus 15,6 ton. Tempe produksi 988,7 ton, kebutuhan 983,7 ton, surplus 4,9 ton.

“Monitoring rutin penting dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kerawanan pangan di musim kemarau. Berdasarkan hasil monev bulan ini, seluruh komoditas masih dalam kondisi aman,” ujar Arbai.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *