Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak daerah (PD) nampaknya akan melampaui target.
Pasalnya, per November ini realisasi capaian target pajak daerah sudah menyentuh angka 93 persen.
Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo, Sumarno mengatakan capaian 93 tersebut jika dihitung sudah melampaui Rp 107 miliar. Sedangkan target yang dibebankan tahun ini mencapai Rp 114 miliar.
“Ini masih 2 bulan, insyaallah target dari pajak daerah tercapai,” ungkap Sumarno, kepada koranmemo.com, Selasa (21/11/2023)
Capaian saat ini menurut Sumarno sudah mengalami peningkatan yang cukup signifikan jika dibandingkan tahun lalu. Untuk tahun lalu, uang yang masuk kedalam Kas Daerah (Kasda) hanya Rp 96 miliar. Artinya pendapatan dari sektor pajak ini, kata Sumarno menjadi penyumbang terbesar pada PAD Ponorogo tahun ini.
“Pendapatan dari sektor pajak ini, menjadi yang terbesar di PAD Ponorogo,” katanya.
Lebih lanjut, meningkatnya hasil pajak daerah, menurut Sumarno lantaran Pemkab gencar melakukan penyisiran terhadap potensi untuk pemasukan keuangan. Selain itu pihaknya juga melakukan program program agar wajib pajak mau membayar pajak kepada negara, salah satunya dengan undian berhadiah beberapa waktu lalu.
“Ya itu salah satunya dengan program undian berhadiah seperti kemarin, kita juga lakukan penyisiran sektor mana saja yang berpotensi, termasuk sosialisasi,” terangnya.
Pihaknya tak menampik, jika masih ada wajib pajak yang membandel. Mereka yang membandel tersebut bukan dari pribadi tapi wajib pajak atas nama lembaga seperti contoh lahan tower telekomunikasi. Pun, pihaknya mengaku kesulitan untuk menagih pajak tersebut lantaran terkendala dengan lokasi pemilik yang berada di luar daerah.
“Memang harus kerja ekstra, karena memang luar daerah, tapi Alhamdulillah trendnya positif, sebagian sudah menyelesaikan kewajibannya,” terangnya.
Sumarno menambahkan, secara global target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun ini sebesar Rp 333 miliar. Dimana jumlah tersebut mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun lalu yakni sekitar Rp 305 miliar. “Terus kita upayakan secara optimal bagaimana PAD kita tahun ini bisa tercapai,” pungkasnya.
Reporter : Sony
Editor



















