Kediri, SEJAHTERA.CO – Di saat petani jagung mulai panen di minggu ini, dan dilakukan penjemuran, harga jagung turun menjadi Rp 5.500 per kilogram. Ini berbeda dengan harga jagung sebelumnya mencapai Rp 6.100 per kilogram.
Anjloknya harga jagung dipengaruhi adanya cuaca panas ekstrem akibat dari El-Nino.
Harga jagung saat ini Rp 5.500 per kilogram masih dinilai bagus dari pada sebelumnya yang di bawah Rp 5000. Harga seperti saat ini masih terbilang bagus dan stabil.
Yang utama petani sudah maksimal melakukan pemupukan,pengairan dan penyemprotan hama dan melakukan pengawasan selama menjelang musim panen.
Secara umum belum ada panen raya namun secara khusus petani jagung panen jagung tidak bersamaan waktunya.
Sukoco (60) petani jagung asal Desa/Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri menyebutkan kondisi cuaca ini sebenarnya baik untuk jagung. Namun kemarau panjang dan ekstrem inilah yang bisa menyebabkan harga turun.
“Namun perubahan bisa saja cepat dan di pasaran sebenarnya permintaan jagung cukup tinggu utamanya bagi peternak kelompok sedang hingga besar. Untuk saya menjualnya saat sudah selesai panen dan saya jemur dulu,” ujarnya, Minggu (24/9).
Ditambahkan Solikin, setelah empat hari proses penjemuran kemudian barulah dilakukan penjualan. Dia bersyukur saat ini masih dapat untung dari penjualan yang sekarang.
“Kita sudah maksimalkan untuk benih yang berkualitas, pengawasan, pengairan cukup memadai. Bahkan perlu ekstra air untuk masa tumbuh lebih baik,” tukasnya. (bak)



















