Tulungagung,SEJAHTERA.CO – Harga sejumlah komoditas sayur di Pasar Ngemplak Tulungagung mengalami kenaikan. Kondisi ini dipicu meningkatnya permintaan sejak adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga:Puluhan Aduan Masuk ke Satgas MBG Tulungagung, Kualitas dan Variasi Menu Dikeluhkan
Akibatnya, pedagang harus berebut pasokan karena sebagian besar sayur telah diserap untuk kebutuhan program tersebut.
Salah seorang pedagang, Dinda, mengatakan pasokan sayur ke Pasar Ngemplak kini kerap terlambat. Selain itu, jumlah stok yang datang juga jauh lebih sedikit dibandingkan biasanya.
Baca juga:Kasus Pencabulan di Sendang Tulungagung, Korban Sempat Depresi hingga Menutup Diri
“Selain pengiriman sering terlambat, stok sayur juga sangat terbatas karena banyak terserap untuk program MBG,” katanya, Kamis (9/4/2026).
Menurutnya, para pedagang kerap hanya mendapatkan sisa pasokan setelah sebagian besar dibeli oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk kebutuhan MBG. Kondisi ini membuat stok di tingkat pedagang semakin menipis.
Dampaknya, harga sejumlah komoditas sayur di pasar tersebut mengalami kenaikan cukup signifikan, bahkan hingga dua kali lipat dari harga normal saat pasokan masih melimpah.
“Biasanya saat kulakan, sayur sudah habis karena dibeli untuk MBG. Pedagang hanya dapat sisa,” ungkapnya.
Secara rinci, harga buncis yang sebelumnya sekitar Rp7 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp15 ribu per kilogram. Sementara harga tomat melonjak dari Rp6 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram.
Kenaikan harga tomat yang cukup tinggi disebut karena banyak dapur MBG membeli langsung dari petani. Hal ini membuat pasokan ke pasar berkurang dan memicu lonjakan harga.
“Sebelum ada MBG, kenaikan harga tidak setinggi ini. Banyak pelanggan juga mengeluh, tapi memang stoknya sangat terbatas,” pungkasnya.



















