Pelebaran Jalur Ngampel-Gayam Ditunda, Ini Kata Kabid Bina Marga PUPR Kota Kediri

Pelebaran Jalur Ngampel-Gayam Ditunda, Ini Kata Kabid Bina Marga PUPR Kota Kediri

Kediri, SEJAHTERA.CO – Konflik antara pemerintah dan masyarakat yang terdampak pembangunan Jalan Tol Kediri -Tulungagung belum ada titik temu atau kesepakatan.

Masyarakat yang terdampak pembangunan tol ini memasang poster protes kepada pemerintah karena nilai ganti rugi yang ditawarkan terlalu rendah.

Karena persoalan belum ada titik temu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri mengundur rencana pelebaran jalan tersebut, menimbang kondisi emosional masyarakat.

Read More

Melihat hal tersebut, Dinas PUPR Kota Kediri mengurungkan niat untuk memperlebar jalur alternatif ke arah Bandara di Jalan Ngampel-Gayam.

“Kalau design untuk jalan tol salah satu wacananya yaitu memperlebar jalan yang di pertigaan Ngampel-Gayam ke arah barat, sebagai jalan alternatif untuk ke bandara,” jelas Kabid Bina Marga, I Made Dwi Permana.

Lebih lanjut lagi Made menjelaskan jika wacana tersebut meminta agar jalan tol di design lubang atau box di bawah jalan tol sebesar 9 meter, karena sebelumnya hanya 6 meter.

Ia tidak menginginkan kedepannya jika pelebaran jadi dilakukan mereka harus membobol jalan tol lagi. Sebagai pencegahan Made meminta agar desain awal 9 meter di jalan Ngampel-Gayam.

“Itu akan menjadi salah satu jalan akses atau alternatif bagi masyarakat dari arah Mrican dan Banyakan. Jika tidak lewat tol bisa lewat Ngampel-Gayam,” ungkap Made.

Pembangunan masih belum dilaksanakan dan masih menjadi wacana karena harus ada pembicaraan dengan warga karena jalan Ngampel-Gayam melewati sawah dan perkampungan.

Dengan posisi warga yang masih sensitif dengan pembebasan lahan, pihak Dinas PUPR tidak ingin ambil resiko dan memilih untuk mengundur wacana pelebaran jalan Ngampel-Gayam.

“Untuk saat ini pembangunannya dilakukan secara bertahap, biar jalan tol diselesaikan dulu, baru kemudian kita tata lagi seperti apa,” katanya.

Selain itu juga menimbang kondisi emosional atau belum kondusif dari warga sendiri. Karena kita tahu dari kasus jalan tol kemarin masyarakat ada yang sampai pasang poster protes.

“Dikhawatirkan ketika kita mendesain yang lain lagi, nanti adanya hal-hal serupa,” pungkas Made. (c1).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *