Pembangunan SMPN 6 Kota Blitar Dikebut, Akhir 2023 Harus Selesai

Pembangunan SMPN 6 Kota Blitar Dikebut, Akhir 2023 Harus Selesai

Blitar, SEJAHTERA.CO – Pembangunan gedung SMPN 6 Blitar anyar di Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan terus dikebut. Sesuai jadwal pembangunan proyek senilai Rp 17 miliar lebih itu rampung pada akhir tahun ini.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Blitar, Jais Alwi Mashuri, saat ini penggarap proyek strategis Pemkot Blitar terus menggenjot pengerjaan.

“Pembangunan kan dua tahap. Pada tahap pertama harus kelar pada akhir tahun ini. Nanti dilanjut tahun depan untuk tahap kedua,” katanya, Selasa (24/10).

Read More

Jais mengatakan saat ini berdasarkan pantauan progres pengerjaan proyek di Jalan Pemuda Soempomo itu sudah 50 persen lebih. Pihaknya optimistis kelar sesuai target karena pengerjaannya juga kontinyu.

Progres saat ini pembangunan pada lantai dua. Pada lantai kedua ini bakal digunakan kelas. Selain itu untuk lantai satu digunakan untuk ruang guru dan lain sebagainya.

Jika sesuai dengan kontrak pekerjaan, penggarap punya waktu 280 hari. Itu berarti pada Desember harus selesai. Utamanya pembangunan ruang kelas, guru dan fasilitas penunjang.

Seperti halaman parkir hingga pagar. “Fasilitas penunjang lain dibangun pada tahap kedua,” katanya. Pada tahap kedua, lanjutnya  pembangunan seperti fasilitas tempat ibadah.

Pria ramah ini menambahkan sesuai dengan jadwal pada 2024 nanti jika sekolah sudah kelar, bakal dilakukan boyongan. Hanya saja boyongan bertahap melihat situasi dan kondisi.

Paling cepat pada 2025 pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sudah bisa dimulai. Bangunan SMPN 6 Blitar yang lama sesuai dengan rencana akan dijadikan lokasi wisata sejarah atau Museum PETA.

SMPN 6 Blitar sendiri merupakan sekolah terakhir yang masih menempati kompleks sekolah di Monumen PETA. Dua sekolah lain sudah lebih dulu relokasi. Dua sekolah itu yakni SMPN 3 Blitar pindah ke Jalan Ciliwung dan SMPN 5 di Jalan Widuri Keluraha  Tlumpu, Kecamatan Sukorejo Kota Blitar  atau menempati bekas SMPN 10 yang sudah lebih dulu tutup.

Pemkot Blitar sendiri menjadikan tiga SMP di belakang kompleks monumen PETA sebagai bangunan sejarah dengan menyulap menjadi museum. (ziz)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *