Tulungagung, SEJAHTERA.CO – Kabupaten Tulungagung sempat berencana untuk membangun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kedua yang berlokasi di Desa Banyu Urip, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung. Namun, tampaknya progres pembangunan TPA yang bakal menggantikan TPA Segawe itu masih jalan di tempat.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung, Dedy Eka Purnama mengatakan, sempat berencana membangun TPA Banyu Urip untuk menggantikan TPA Segawe. Itu karena kondisi TPA Segawe sudah overload untuk menampung sampah di Tulungagung.
Tapi langkah pembangunan TPA Segawe masih terhenti pada proses perizinan melalui pemerintah pusat termasuk izin pemanfaatan lahan Perhutani. Akibat hal itu, progres pembangunan TPA Banyu Urip belum bisa dipastikan apakah akan berlanjut atau berhenti begitu saja.
“Prosesnya masih berhenti sementara waktu, kami juga belum tahu apakah akan melanjutkan rencana tersebut atau tidak,” kata Dedy Eka Purnama, Selasa (18/6/2024).
Terhentinya progres pembangunan TPA Banyu Urip sendiri, ungkap Dedy, dikarenakan kendala Analisis Dampak Lingkungan (Amdal). Pasalnya, pada saat mengurus Amdal, banyak penolakan dari masyarakat setempat terkait rencana pembangunan TPA itu.
Diketahui, penolakan tersebut muncul lantaran masyarakat setempat khawatir lahan sawah yang berlokasi di dekat calon TPA Banyu Urip terdampak. Akibat proses Amdal yang tidak mampu terpenuhi itu, proses perizinan lainnya pun juga tidak bisa diproses.
“Karena ada penolakan, Amdalnya juga tidak bisa diproses, otomatis berdampak pada proses yang lain termasuk izin pemanfaatan lahan Perhutani dan lain-lain,” ungkapnya.
Dedy berencana untuk memaksimalkan pengelolaan sampah yang ada di hilir, agar tidak banyak sampah yang masuk ke TPA Segawe. Hal itu dilakukan sebagai langkah penanganan terhadap kondisi TPA Segawe yang saat ini sudah sangat overload dalam menampung sampah di Tulungagung.
Menurut Dedy, pengelolaan sampah di hilir salah satunya dengan memaksimalkan Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) dan Bank Sampah.
Harapannya, sampah-sampah yang ada di Tulungagung bisa dikurangi, sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di TPA Segawe.
“Kami akan berusaha untuk memaksimalkan TPS3R dan Bank Sampah agar sampah-sampah dari masyarakat masuk disana terlebih dahulu untuk diolah, sehingga tidak banyak sampah yang masuk dan menumpuk di TPA Segawe,” pungkasnya.
Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Dhita Septiadarma



















