Nganjuk, SEJAHTERA.CO – Mulai Rabu (1/4/2026), aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Nganjuk akan mulai menjalani work from home (WFH).
Kebijakan baru ini merupakan salah satu langkah darurat menghadapi krisis energi yang imbasnya mulai terasa hingga daerah.
Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi menegaskan bahwa WFH bukan sekadar kebijakan biasa, melainkan strategi untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah dampak konflik Timur Tengah yang semakin memanas.
“Ini bagian dari upaya penghematan energi sekaligus mendorong transformasi sistem kerja digital di lingkungan pemerintah daerah,” tegasnya, Senin (30/3/2026).
Lanjut dia, dalam skema yang sudah disiapkan, ASN di lingkungan Kabupaten Nganjuk akan menjalani WFH satu hari setiap pekan, tepatnya setiap hari Rabu.
Baca Juga :ASN Pemkot Batu yang Absen Apel Bakal Dikenai Sanksi
Surat edaran resmi akan diterbitkan pada hari ini, dan pengawasan terhadap ASN disebut akan dilakukan secara ketat dan real time.
Bupati Nganjuk menegaskan sistem absensi nantinya, ASN wajib absen tiga kali sehari (pagi, siang, dan sore) dan harus mengaktifkan live location di grup WhatsApp OPD.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan WFH tetap produktif dan tidak disalahgunakan.
Lebih lanjut, Pemkab Nganjuk menargetkan penghematan BBM dalam jumlah besar.
Menurut Marhaen, kebijakan ini diperkirakan mampu menekan konsumsi hingga 90 ribu liter BBM per bulan.
Baca Juga :Kala Siswa SDN Menturus Jombang Belajar Memaknai Filosofi Ketupat
Tak hanya itu, penghematan juga diterapkan langsung di kantor-kantor dinas. Seperti lampu dan AC baru boleh dinyalakan setelah pukul 13.00 WIB.
“Kami ingin penghematan ini terasa nyata, bukan sekadar wacana,” pungkasnya.



















