Jombang, SEJAHTERA.CO – Pemerintah Kabupaten Jombang meresmikan program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif di area parkir UPT Kawasan Wisata Religi Gus Dur, Rabu (4/12/2024).
Baca Juga :Ribuan Warga di Kabupaten Blitar Alami Gangguan Jiwa Berat, Beberapa Masih Dipasung
Program ini menghubungkan nilai sejarah, budaya, dan agama yang kental di Jombang melalui empat pondok pesantren besar.
Launching ditandai dengan pemotongan pita dan pemecahan kendi oleh Pj. Bupati Jombang Teguh Narutomo. Dalam sambutannya, Teguh menyebutkan, program ini merupakan langkah awal dalam mengembangkan pariwisata berbasis religi dan sejarah.
Baca Juga :Rekapitulasi Pemungutan Suara KPU Kota Kediri, Vinanda-Gus Qowim Unggul 56,82 Persen
“Melalui program ini, kita mengintegrasikan nilai sejarah, budaya, dan agama. Wisatawan akan lebih mudah mengakses informasi tentang tokoh-tokoh besar, tempat bersejarah, serta pesantren-pesantren di Jombang,” ungkapnya.
Teguh juga berharap program ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, terutama UMKM di sekitar pesantren.
“Kami ingin meningkatkan daya tarik wisatawan dan memperkenalkan lebih banyak potensi Jombang kepada dunia,” tambahnya.
Baca Juga :Angka Partisipasi Mencoblos Cawali di Kota Blitar Tembus 80,17 Persen
Sebagai kota santri, Jombang dikenal dengan tokoh besar seperti KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Abdul Wahab Chasbullah.
Empat pondok pesantren besar, yaitu Tebuireng, Mambaul Ma’arif Denanyar, Bahrul Ulum Tambakberas, dan Darul Ulum Rejoso Peterongan, menjadi pusat pendidikan agama yang sangat berpengaruh.
Teguh mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam pengembangan program ini. “Mari kita jadikan program ini bermanfaat jangka panjang, tidak hanya tren sesaat,” tegasnya.
Baca Juga :Dua Keluarga di Trenggalek Transmigrasi ke Poso, Dapat Rumah Tipe 36 hingga Lahan 2 Hektare
Acara tersebut dihadiri Forkopimda Jombang, tokoh agama, tokoh masyarakat, pimpinan bank, pegiat pariwisata, dan asosiasi pariwisata. Selain itu, hadir pula camat, staf ahli, serta kepala perangkat daerah Kabupaten Jombang.
Program Interkoneksi Wisata Religi Edukatif ini diharapkan menjadi daya tarik baru yang memperkuat posisi Jombang sebagai pusat wisata religi dan edukatif di Indonesia.



















