Blitar, SEJAHTERA.CO – Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin-Elim Tyu Samba meninjau operasi pasar sembako murah di tiga pasar. Ada setidaknya 2.033 paket sembako murah yang disediakan.
Operasi pasar sembako murah ini unik, karena menggandeng pedagang di tiga pasar. Yakni pedagang di Pasar Legi, Pasar Pon dan Pasar Templek.
Dengan menggandeng pedagang di tiga pasar, Pasar Legi, Pasar Pon dan Pasar Templek, harapannya meramaikan pasar jelang Lebaran.
“Makna mulia di balik operasi pasar ini selain menstabilkan harga, tetapi juga mengajak masyarakat kembali berbelanja di pasar,” kata Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin.
Baca Juga :Jual Bubuk Mercon dan Petasan, Pemuda di Tulungagung Diringkus Polisi
Mas Ibin, panggilan akrabnya menjelaskan dengan membeli sembako murah di pasar, membawa efek lain. Yakni membeli kebutuhan dapur di pasar. Dengan begitu, pasar tradisional Kembali ramai.
Utamanya Pasar Legi yang banyak dikeluhkan pedagang lantaran sepi pembeli. Operasi pasar digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, menggandeng pedagang pasar sebagai mitra distribusi.
“Ini sebagai bukti Pemkot Blitar terus mencari solusi agar pasar Kembali ramai pembeli. Nah, operasi pasar ini salah satunya,” katanya.
Dia mengatakan total paket sembako sebanyak 2.033. rinciannya di Pasar Legi ada 1.253 paket sembako dengan delapan pedagang.
Baca Juga :Volume Minyakita Disunat 20 Mililiter, Satgas Pangan Polres Nganjuk: Pelanggaran Bakal Ditindak
Sementara di Pasar Pon terdapat 230 paket untuk enam pedagang. Begitu juga di Pasar Templek sebanyak 550 paket ada enam pedagang.
Sembako murah itu berisi beras 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula 1 kilogram, bawang merah 0,5 kilogram dan bawang putih 0,5 kilogram.
Warga cukup membeli dengan harga Rp 123 ribu, sementara sisanya disubsidi oleh Pemkot Blitar. Harga normal tanpa subsidi Rp 150 ribu lebih.
“Konsepnya memberdayakan pedagang di pasar. Jadi warga yang mendapatkan kupon, membeli dengan harga murah di pedagang yang sudah ditunjuk,” katanya.
Baca Juga :Belasan Desa di Ponorogo Belum Terima Dana Desa, DPMD Ungkap Penyebabnya
Pihaknya memastikan harga dalam batas wajar. Targetnya pergerakan ekonomi pasar tradisional tetap bergerak.
“Jadi sama-sama untung. Pedagang juga untung, pembeli juga untung. Konsep pasar seperti itu. Mari ramaikan pasar belanja di pasar,” jelasnya.



















