Pemuda Ponorogo Populerkan Kuliner Khas Lewat Medsos, Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan

Pemuda Ponorogo Populerkan Kuliner Khas Lewat Medsos, Raup Omzet Jutaan Rupiah per Bulan
Riskian Aji saat ngonten kuliner bersama timnya. (sony/sejahtera.co)

Ponorogo, SEJAHTERA.CO – Hanya dengan bermodalkan kamera, seorang pemuda asal Kabupaten Ponorogo berhasil mengangkat popularitas kuliner khas daerahnya melalui platform media sosial atau medsos.

Baca Juga : Menghadapi Libur Akhir Tahun, Kerusakan Jalan-Jembatan Dicek, Ini Kata Kasatlantas Polres Trenggalek

Bahkan dari hasil ‘Ngonten’ tersebut mampu menghasilkan omzet jutaan rupiah setiap bulannya.

Read More

Berkat ketekunannya, Riskian Aji, konten kreator di balik akun Instagram @ariesskuliner mampu mempromosikan ragam kuliner lokal, hingga menjadi rujukan bagi netizen dalam berwisata kuliner di Kabupaten Ponorogo.

Perjalanan Riskian Aji dimulai pada tahun 2018 lalu. Dengan hanya bermodalkan hobi makan dan jalan-jalan, ia iseng membagikan pengalaman kulinernya melalui Instagram milik pribadinya.

Baca Juga : Menghadapi Libur Akhir Tahun, Kerusakan Jalan-Jembatan Dicek, Ini Kata Kasatlantas Polres Trenggalek

Tak disangka, respons dari para pengikutnya sangat positif. Akhirnya ia memutuskan untuk membuat akun kuliner yang diberi nama @ariesskuliner.

“Awalnya itu cuma hobi makan dan jalan-jalan, cari makanan yang unik-unik. Terus mulai iseng buat konten di Instagram,” ujar Riskian.

Saat ini,@arieskuliner sudah memiliki sebanyak lebih dari 87 ribu pengikut dan menjadi salah satu referensi kuliner terkemuka di Ponorogo.

Baca Juga : Sembilan Saksi Pemilu Lolos Administrasi KPPS, Panwaslu Sanankulon Minta Anulir

Tidak hanya mempromosikan kuliner Kabupaten Ponorogo, tetapi juga membantu warung-warung lokal untuk lebih dikenal masyarakat luas.

“Alhamdulillah, banyak warung lokal yang dulunya belum diketahui masyarakat sekarang jadi ramai,” ucapnya.

Dengan dibantu tujuh orang, Riskian menceritakan perjalanan menjadi seorang konten kreator di dunia kuliner tidaklah mudah.

Baca Juga : Pengasuh Ponpes Tersangka Persetubuhan Santriwati di Trenggalek Dititipkan ke Rutan, Tak Ada Perlakuan Khusus

Di awal karir, ia harus membiayai produksi kontennya sendiri tanpa dukungan sponsor. Tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi dalam membuat konten berkualitas secara rutin.

“Yang paling berat itu konsistensi. Kadang-kadang malas atau capek, tapi harus tetap semangat,” tambahnya.

Titik balik perjuangan Riskian terjadi saat pandemi COVID-19 melanda. Ketika banyak warung dan restoran mengalami kesulitan, Riskian memanfaatkan peluang untuk mempromosikan usaha kuliner yang masih beroperasi.

Baca Juga : Puluhan Ribu Pekerja Informal Didata untuk Pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan, Ini Kata Disnakertras Kabupaten Tulungagung

Strategi ini membuat jumlah pengikutnya melonjak signifikan.

“Kalau tujuan awalnya memang membantu pelaku usaha sekaligus promosi, kalau dapat penghasilan ya Alhamdulillah,” paparnya.

Dalam sebulan Riskian mengaku bisa mendapatkan jutaan rupiah, itu didapat dari hasil endorsement hingga adsense media sosial.

Baca Juga : Bantuan 19 Sumur Bor dari Kemensos RI Bakal Direalisasikan Pemkab Kediri

Bahkan ia dan timnya diundang hingga keluar daerah untuk mempromosikan kuliner.

“Kalau sekitar Karisidenan Madiun sudah pernah semua, terakhir kemarin di Blora Jawa Tengah, kesana memang untuk kulineran,” pungkasnya.

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *